Site icon Jernih.co

Kepala Kuil Shaolin Diinvestigasi atas Tuduhan Korupsi, Manipulasi, dan Punya Banyak Anak

JERNIH— Setelah bertahun-tahun dipergunjingkan, skandal korupsi kepala Biara Shaolin Shi Yongxin akhirnya terungkap.

Lianhe Zaobao, surat kabar berbahasa Mandarin di Singapura, memberitakan manajemen Kuil Shaolin pada 27 Juli mengumumkan bahwa Shi Yongxin dicurigai melakukan tindak pidana penggelapan dan penyalahgunaan dana proyek dan aset kuil.

Shi, meurut surat kabar itu, juga dituduh melanggar ajaran Budda secara serius, dengan menjalin hubungan tak pantas dengan beberapa perempuan serta memiliki anak di luar nikah. Shi tidak sendiri. Ia akan diselidiki bersma beberapa orang dari berbagai departemen di Kuil Shaolin, dan perkembangan terbaru akan segera diumumkan.

Selebritas

Shi Yongxin bukan abbot, atau kepala biara, dalam gambaran film-film klasik Tiongkok. Ia kotroversial, dan sering disebut kepala biara selebritas internet, dan menjadi pusat pemberitaan negatif.

Pada 26 Juli, platform media sosial menjadi yang pertama memberitakan Shi dibawa untuk diselidiki. Berikutnya, media internasional seperti Jiangnan Metropolitan News mengonfirmasi lewat sumber bahwa Shi dibawa untuk diinterogasi oleh pihak berwenang.

Netizen menyiapkan program popcorn untuk menyaksikan drama ini Pada 27 Juli, seorang netizen mengunggah laporan dugan dari Biro Keamanan Publik Kaifeng, yang mengklaim Shi berusaha melarikan diri ke AS bersama 34 orang, tapi dicegat polisi.

Meski Biro Keamanan Publik Kaifeng berusaha membantah rumor itu, tapi membenarkan penyelidikan terkait sedang berlangsung. Malam hari, kantor Kuil Shaolin secara singkat menguraikan dugaan kejahatan Shi dan mengonfirmasi bahwa penyelidikan gabungan melibatkan beberapa departemen sedang berlangsung.

Kelahiran Zen Buddhisme

Kuil Shaolin, berdiri 1.500 tahun lalu di Propinsi Henan, adalah tempat kelahiran Buddhisme Zen atau Chan dan merupakan situs warisan dunia UNESCO. Biara terkenal itu terletak di Pegunungan Songshan, dan disebut-sebut sebagai tempat kelahiran seni bela diri kungfu.

Shi, 60 tahun, adalah salah satu biksu terkenal di Tiongkok. Ia menjadi kepala Kul Shaolin tahun 1999. Pemegang gelar MBA ini mendapat julukan biksu CEO karena komersialisasi berlebihan terhadap warisan dan pengaruh kuil.

Tahun 2006 Shi dikritik karena menerima mobil mewah dari pemerintah daerah sebagai penghargaan atas kontribusinya terhadap pariwisata. Ia tak asing dengan segala kontroversi, dan diduga terlibat penipuan dan pelecehan seksual 10 tahun lalu.

Tahun 2015 ia dikritik karena berencana membangun hotel senilai 297 juta dolar AS di Australia. Hotel itu akan memiliki kuil, akademi kungfu live in, dan lapangan golf.

Juli 2015 Shi dituduh mantan muridnya memiliki beberapa anak di luar nikah, dan menggelapkan dana. Otoritas keagaaan Provinsi Henan membatalkan tuduhan itu tahun 2017 dengan alasan tidak cukup bukti.

Shi, berkat posisinya sebagai presiden Asosiasi Buddha Propinsi Henan sejak 1998, benar-benar terlindungi. Terlebih ia juga wakil Kongres Rakyat Nasional 1998-2018.

Kini, kabar Shi ditangkap untuk diinterogasi menjadi tren di platform Weibo. Shi memiliki akun Weibo yang aktif sejak 2018, dengan rata-rata 1,5 juta unggahan per hari dan menarik 870 ribu pengikut. Namun, dia belum mengunggah apa pun sejak Kamis pekan lalu.

Exit mobile version