Media Israel melaporkan bahwa tentara yang ditempatkan di Lebanon selatan menggunakan tindakan pertahanan improvisasi, termasuk jaring kamuflase, pergerakan dalam kegelapan, penutup pelindung pada kendaraan, untuk menembak jatuh drone menggunakan tembakan senjata ringan.
JERNIH – Pasukan Israel yang menduduki Lebanon selatan dilaporkan telah mengerahkan manekin mirip manusia yang berpakaian seperti tentara di dalam rumah-rumah dan posisi militer dalam upaya untuk memancing dan menyesatkan drone serang milik Hizbullah yang semakin efektif .
Foto-foto yang beredar daring dalam beberapa hari terakhir dan dibagikan secara luas di media Israel menunjukkan sosok-sosok tiruan yang mengenakan perlengkapan tempur lengkap di dalam bangunan di Lebanon selatan. Koresponden militer Israel Itay Blumental menggambarkan taktik tersebut sebagai metode penipuan “yang sudah dikenal” yang digunakan terhadap drone dan kelompok bersenjata.
Gambar-gambar tersebut dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak pengguna melihatnya sebagai bukti lebih lanjut tentang meningkatnya tekanan kampanye perang drone Hizbullah terhadap pasukan Israel yang beroperasi di wilayah Lebanon.
Penggunaan umpan yang dilaporkan ini muncul ketika Hizbullah mengintensifkan serangan drone FPV dan serat optik di ketinggian rendah yang semakin diakui oleh media Israel. Sejak Maret 2026, Hezbollah telah meningkatkan penggunaan drone FPV berisi bahan peledak terhadap pasukan Israel, kendaraan militer, dan peralatan teknik di Lebanon selatan dan Israel utara.
Berbeda dengan drone konvensional, banyak sistem drone terbaru milik Hizbullah dilaporkan menggunakan kabel serat optik tipis yang menghubungkan drone langsung ke operatornya, sehingga sebagian besar kebal terhadap gangguan elektronik. Media Israel baru-baru ini mengakui bahwa para pejabat militer dan pertahanan senior sejauh ini gagal menemukan respons teknologi yang efektif terhadap ancaman tersebut.
Saluran televisi Israel Channel 7 melaporkan pada akhir pekan bahwa Kepala Staf Israel Eyal Zamir mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan unit teknologi militer dan pejabat kementerian pertahanan untuk membahas kemampuan drone Hizbullah yang semakin meningkat, khususnya drone serat optik. Menurut laporan tersebut, diskusi berakhir tanpa solusi operasional meskipun melibatkan tokoh-tokoh senior di bidang teknologi dan intelijen.
Media Israel menggambarkan drone tersebut sebagai senjata murah namun sangat efektif yang mampu memberikan citra langsung tanpa gangguan kepada operator hingga terjadi benturan, sehingga memungkinkan penargetan yang sangat tepat.
Sistem-sistem tersebut dilaporkan hanya berharga ratusan dolar, namun digunakan untuk melawan perangkat keras militer dan sistem pertahanan yang bernilai jutaan dolar. Laporan Israel menyebutkan bahwa drone Hizbullah biasanya diluncurkan dari jarak 10 hingga 15 kilometer dan semakin sering menargetkan tentara, buldoser, kendaraan teknik, dan posisi militer yang baru didirikan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Hezbollah juga merilis rekaman yang menunjukkan drone peledak menyerang kendaraan militer Israel, posisi pasukan, dan sistem Iron Dome di Lebanon selatan.
Media Israel melaporkan bahwa tentara yang ditempatkan di Lebanon selatan semakin sering menggunakan tindakan pertahanan improvisasi, termasuk jaring kamuflase, pergerakan dalam kegelapan, penutup pelindung pada kendaraan, dan upaya untuk menembak jatuh drone menggunakan tembakan senjata ringan.
Penggunaan manekin tampaknya menjadi bagian dari adaptasi medan perang tersebut. Media Israel mengatakan bahwa penggunaan tentara tiruan belum menjadi taktik resmi militer secara menyeluruh, melainkan inisiatif lokal yang dikembangkan oleh pasukan yang beroperasi di front utara.
Laporan-laporan tersebut menggambarkan drone peledak Hizbullah sebagai salah satu “masalah” operasional utama militer Israel di Lebanon selatan, yang menyebabkan korban jiwa hampir setiap hari.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa tentara tiruan itu dimaksudkan untuk menarik perhatian pesawat nirawak pengintai dan penyerang Hizbullah, mengalihkan tembakan dari pasukan sungguhan, dan berpotensi mengekspos operator pesawat nirawak.
