Penggalangan dana ini dimulai sejak 17 Maret 2026 melalui rekening resmi kedutaan di Bank BRI, yakni nomor 020601002438302. Inisiatif tersebut muncul sebagai respons atas tingginya permintaan masyarakat Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam aksi solidaritas kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
JERNIH– Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mencatat lonjakan partisipasi publik dalam penggalangan dana kemanusiaan bagi rakyat Iran. Hingga 14 April 2026, sebanyak 24.369 warga Indonesia telah berkontribusi dengan total dana mencapai Rp9.069.280.661.
Penggalangan dana ini dimulai sejak 17 Maret 2026 melalui rekening resmi kedutaan di Bank BRI, yakni nomor 020601002438302. Inisiatif tersebut muncul sebagai respons atas tingginya permintaan masyarakat Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam aksi solidaritas kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Kedutaan Besar Iran menyebut partisipasi publik Indonesia sebagai bentuk nyata solidaritas lintas bangsa. Hubungan kemanusiaan antara Indonesia dan Iran, kata pihak kedutaan, tercermin dari besarnya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai latar belakang. “Partisipasi ini menunjukkan kepedulian dan ikatan kemanusiaan yang mendalam antara dua bangsa,” kata pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta.
Penggalangan dana ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026. Setelah periode tersebut berakhir, seluruh dana akan disalurkan melalui mekanisme resmi, yakni lewat Palang Merah Indonesia (PMI) untuk diteruskan kepada Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran.
Kedutaan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Mereka mendoakan agar masyarakat Indonesia senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.
Namun di tengah rencana penutupan penggalangan dana pada akhir April, gelombang respons publik di media sosial justru menunjukkan arah sebaliknya. Sejumlah warganet meminta agar donasi tetap dibuka selama konflik masih berlangsung.
Akun bernama Fernndo Doda mengatakan, “Dibuka aja donasinya selama perang masih berlangsung.” Sementara itu, Driya Magdalena menilai bantuan tidak perlu dibatasi waktu. “Alhamdulillah, terus min gak usah ada batas akhir sampai perang berakhir,” katanya.
Desakan serupa datang dari pengguna lain. Rein, seorang tenaga kesehatan, mengatakan masyarakat membutuhkan ruang untuk tetap berkontribusi. “Tolong Pak, jangan ditutup selama perang masih berlangsung. Izinkan kami tetap membantu,” ujar dia.
Sementara itu, Muhyib mengekspresikan dukungan yang lebih emosional terhadap Iran. “Jangan ditutup donasi ini sampai Amerika dan Israel runtuh,” katanya.
Respons publik tersebut menunjukkan bahwa isu konflik Iran tidak hanya menjadi perhatian geopolitik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan solidaritas masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, penggalangan dana bukan sekadar aktivitas finansial, melainkan menjadi medium ekspresi keberpihakan dan empati.
Dengan waktu penggalangan yang tersisa kurang dari dua pekan, dinamika antara kebijakan kedutaan dan aspirasi publik diperkirakan masih akan berkembang. [rls]
