JERNIH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan lima gunung api di Indonesia dalam status Siaga (Level III) pada hari ini, Jumat (3/7/2026).
Masyarakat, wisatawan, dan para pendaki diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi radius aman yang telah ditentukan oleh otoritas terkait guna menghindari potensi bahaya erupsi maupun material vulkanik.
Berikut adalah kondisi kegempaan terkini dan rekomendasi aman untuk kelima gunung tersebut:
1. Gunung Anak Krakatau (Lampung)
Aktivitas kegempaan Anak Krakatau didominasi oleh gempa fase banyak dan tremor menerus.
- Catatan Kegempaan: 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 3-12 mm, durasi 3-9 detik), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (amplitudo 8 mm, durasi 8 detik), serta Gempa Tremor Menerus dengan amplitudo dominan 2 mm.
- Rekomendasi Aman: Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah aktif atau beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas.
2. Gunung Awu (Sulawesi Utara)
Kondisi Gunung Awu menunjukkan adanya aktivitas vulkanik dangkal yang disertai dengan tingginya intensitas gempa tektonik jauh.
- Catatan Kegempaan: 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (amplitudo 6 mm, durasi 10 detik) dan 16 kali gempa Tektonik Jauh (amplitudo 4-48 mm).
- Rekomendasi Aman: Otoritas melarang aktivitas apa pun dalam radius 4 km dari kawah puncak. Masyarakat Kepulauan Sangihe diimbau tetap tenang, tidak terpancing hoaks, dan selalu mengikuti arahan BPBD setempat.
3. Gunung Lewotobi Laki-laki (Nusa Tenggara Timur)
Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan aktivitas eksplosif yang cukup aktif dengan rentetan gempa letusan dan hembusan.
- Catatan Kegempaan: 4 kali gempa Letusan/Erupsi (amplitudo 7.4-29.6 mm, durasi hingga 171 detik), 2 kali gempa Hembusan, 5 kali Tremor Non-Harmonik, serta gempa Low Frequency dan Tektonik Jauh.
- Rekomendasi Aman: Radius steril ditetapkan sejauh 5 km dari pusat erupsi. Masyarakat di area Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote wajib mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai yang berhulu di puncak jika terjadi hujan lebat. Masker juga wajib disiapkan untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
4. Gunung Merapi (DIY dan Jawa Tengah)
Suplai magma di Gunung Merapi dilaporkan masih berlangsung, yang memicu tingginya intensitas gempa guguran dan fase banyak.
- Catatan Kegempaan: 19 kali gempa Guguran (amplitudo 2-30 mm) dan 35 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2-35 mm).
- Potensi Bahaya: Guguran lava dan Awan Panas Guguran (APG) mengancam sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong sejauh maks. 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maks. 7 km) serta sektor tenggara (Sungai Woro 3 km, Sungai Gendol 5 km). Lontaran material eksplosif bisa mencapai radius 3 km.
- Rekomendasi Aman: Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya tersebut dan wajib mewaspadai ancaman lahar dingin saat hujan turun di seputar puncak.
5. Gunung Semeru (Jawa Timur)
Semeru masih terus menunjukkan aktivitas erupsi dan guguran lava yang intens di sektor tenggara.
- Catatan Kegempaan: 11 kali gempa Letusan/Erupsi (amplitudo 22 mm, durasi hingga 145 detik), 5 kali gempa Guguran, 5 kali gempa Hembusan, dan 4 kali gempa Tektonik Jauh.
- Rekomendasi Aman: Lari dari aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km. Selain itu, radius 5 km dari kawah puncak harus steril dari segala aktivitas untuk menghindari lontaran batu pijar.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk hanya mempercayai informasi resmi dari aplikasi Magma Indonesia, PVMBG, atau instruksi dari Pemerintah Daerah dan BPBD setempat guna menghindari kesimpangsiuran informasi.
