Site icon Jernih.co

Lima Jembatan Raksasa Iran yang Terancam Hancur Karena Menjadi Target ‘Bridge Day’ Trump

Jembatan Shahid Kalantari melintasi danau garam Urmia di barat laut Iran (Foto: AFP)

Ultimatum “Bridge Day” yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan tajam dunia. Di tengah berkecamuknya perang, ancaman penghancuran infrastruktur sipil ini dinilai para ahli sebagai potensi kejahatan perang yang dapat melumpuhkan sendi kehidupan jutaan warga Iran.

JERNIH –  Presiden Donald Trump telah menetapkan tenggat waktu Rabu (8/4/2026) pagi waktu setempat bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak, ia mengancam akan melepaskan “Neraka” melalui apa yang ia sebut sebagai “Bridge Day”—sebuah operasi penghancuran jembatan dan pembangkit listrik secara masif.

Ancaman ini bukan gertakan semata. Pekan lalu, serangan udara AS telah menghancurkan Jembatan B1 di Karaj, menewaskan delapan warga sipil yang sedang berpiknik merayakan Tahun Baru Persia (Nowruz). Kini, lima mahakarya infrastruktur Iran berikut ini berada dalam risiko tertinggi mengutip laporan Al Jazeera:

1. Jembatan Teluk Persia (Pulau Qeshm)

2. Jembatan Danau Urmia (Jembatan Shahid Kalantari)

3. Jalan Tol Layang Sadr (Teheran)

4. Jembatan Lengkung Karun 4

5. Jembatan Kabel Ghadir

Exit mobile version