UE Cornellà kini menjadi pusat perhatian dunia setelah resmi dimiliki oleh Lionel Messi. Dengan fokus pada pengembangan talenta muda dan nilai klub yang diprediksi melonjak tajam.
WWW.JERNIH.CO – Megabintang Argentina, Lionel Messi, secara resmi telah merampungkan proses akuisisi salah satu klub di wilayah Catalonia, Spanyol. Langkah ini menandai babak baru bagi Messi yang kini tidak hanya dikenal sebagai pemain terbaik dunia, tetapi juga sebagai pemilik klub yang memiliki visi jangka panjang di tanah yang membesarkannya.
Klub yang kini berada di bawah kepemilikan Messi adalah UE Cornellà (Unió Esportiva Cornellà). Klub ini berbasis di kota Cornella de Llobregat, daerah pinggiran Barcelona.
Saat ini, UE Cornellà berkompetisi di kasta kelima Liga Spanyol (Tercera Federación). Meski bermain di level bawah, klub ini bukanlah nama asing di Spanyol; mereka dikenal sebagai salah satu akademi terbaik yang sering melahirkan bakat-bakat besar seperti Jordi Alba dan kiper Arsenal, David Raya.

UE Cornella sempat bermain di divisi 3, namun kemudian anjlok. Musim 2023/2024 mereka berkompetisi di Divisi 3 (Primera Federación), namun terdegradasi setelah finis di posisi ke-18. Pada musim 2024/2025 mereka bermain di Divisi 4 (Segunda Federación), tetapi kembali mengalami kesulitan dan terdegradasi lagi setelah finis di urutan ke-14. Dan, musim 2025/2026 atau sekarang UE Cornellà pun harus memulai musim di Divisi 5 (Tercera Federación).
Meskipun detil finansial secara spesifik tidak diumumkan ke publik karena bersifat privat, para analis industri olahraga memperkirakan nilai investasi untuk klub di level kasta kelima ini berkisar sekitar Rp50 – 80 miliar untuk kontrol penuh. Namun, nilai strategisnya jauh melampaui angka tersebut.
Alasan utama Messi membeli UE Cornellà adalah sentimental dan strategis. Messi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Barcelona. Membeli klub di wilayah Catalonia adalah caranya tetap terhubung dengan “rumah kedua”-nya tersebut.
Messi memiliki visi untuk mengembangkan talenta lokal. UE Cornellà memiliki infrastruktur pembinaan usia muda yang sangat kuat, yang sejalan dengan inisiatif “Messi Cup” yang ia gagas untuk pemain U-16.
Dengan nama besar Messi, potensi klub ini untuk naik kasta dan mendapatkan sponsor global meningkat berkali-kali lipat.
Value utama dari UE Cornellà terletak pada sistem akademinya. Klub ini rutin menjual pemain muda ke klub-klub besar La Liga, yang memberikan pemasukan melalui biaya transfer dan hak kompensasi pelatihan.
Dari sisi pendapatan, sebelum diakuisisi, pendapatan tahunan klub di level ini biasanya mengandalkan tiket penonton lokal dan sponsor daerah yang berkisar di angka ratusan ribu Euro.
Namun, dengan masuknya Messi, diprediksi pendapatan dari hak siar, merchandise global, dan sponsor internasional akan melonjak tajam, mengikuti jejak sukses FC Andorra milik Gerard Piqué.
Langkah Messi ini seolah mengikuti jejak rival bebuyutannya, Cristiano Ronaldo. Belum lama ini, pada Februari 2026, Ronaldo secara resmi mengakuisisi 25% saham UD Almería, klub yang berkompetisi di kasta kedua Spanyol (Segunda División).
Berbeda dengan Messi yang mengambil kontrol penuh pada klub kasta bawah untuk membangun dari akar rumput, Ronaldo memilih menjadi pemegang saham signifikan di klub yang sudah memiliki pondasi untuk masuk ke La Liga.
Ronaldo melihat Almería sebagai aset dengan pertumbuhan cepat (growth potential) yang sudah memiliki fasilitas stadion modern dan basis penggemar yang lebih luas.(*)
BACA JUGA: Kolaborasi Epik, LEGO Gandeng Messi hingga Mbappe Rilis Koleksi Khusus Piala Dunia 2026