MacBook Neo adalah jawaban Apple bagi mereka yang menginginkan laptop stabil, elegan, dan tahan lama tanpa biaya magis khas produk Pro.
WWW.JERNIH.CO – Apple mendobrak tradisi dengan merilis laptop yang jauh lebih ramah di kantong, yakni mulai dari Rp 10,7 jutaan. Langkah ini menjadikannya alternatif premium yang sangat kompetitif untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja kasual yang mendambakan ekosistem macOS tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Bagi Anda yang tertarik meminangnya, berikut adalah 7 hal penting yang wajib diketahui dari MacBook Neo:
Harga Paling Ramah Kantong dalam Sejarah Mac Modern
Daya tarik utama dari MacBook Neo tentu saja adalah harganya. Di Indonesia, laptop ini resmi dipasarkan dalam dua varian penyimpanan:
- Varian 256 GB: Dibanderol mulai dari Rp 10.749.000.
- Varian 512 GB: Dibanderol sekitar Rp 12.999.000.
Harga ini memotong pembatas segmen entry-level Apple yang selama ini didominasi oleh MacBook Air generasi lama atau perangkat rekondisi (refurbished).

Mac Pertama dengan Chip iPhone (A18 Pro)
Berbeda dengan lini MacBook Air atau Pro yang mengandalkan silikon seri M, MacBook Neo mencetak sejarah sebagai Mac pertama yang ditenagai oleh chip seri A, tepatnya A18 Pro—chip bertenaga yang juga digunakan pada iPhone flagship. Meskipun terdengar seperti penurunan kelas, chip ini sangat responsif dan bertenaga untuk komputasi harian serta optimal untuk pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (Apple Intelligence).
Layar Liquid Retina yang Tajam Tanpa Notch
MacBook Neo dibekali dengan layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 1500p ($2408 \times 1506$ piksel) dengan tingkat kecerahan mencapai 500 nits. Menariknya, Apple tidak menyertakan poni (notch) pada laptop ini; sebagai gantinya, MacBook Neo mengusung desain bezel simetris yang bersih mirip dengan tampilan iPad.
Desain Segar, Ringan, dan Penuh Warna
Mobilitas menjadi nilai jual utama lainnya. Dengan bobot hanya sekitar 1,22 kilogram, laptop ultra-tipis ini sangat nyaman diajak bermobilitas di dalam tas. Menargetkan pasar generasi muda dan pelajar, Apple menyediakan empat varian warna yang ekspresif: Silver, Blush, Citrus, dan Indigo, lengkap dengan warna keyboard yang senada.
Efisiensi Baterai yang Luar Biasa
Berkat manajemen daya dari chip A18 Pro yang terkenal sangat hemat energi, MacBook Neo menawarkan daya tahan baterai yang andal. Apple mengklaim laptop ini dapat bertahan hingga 16 jam untuk pemutaran video, membuat Anda bebas beraktivitas seharian di kampus atau kafe tanpa perlu cemas mencari stopkontak.
Pintu Masuk Sempurna ke Ekosistem macOS Tahoe
MacBook Neo sudah langsung menjalankan sistem operasi terbaru, macOS Tahoe. Pengguna tetap mendapatkan pengalaman premium khas Apple, mulai dari navigasi trackpad yang presisi, integrasi mulus dengan iPhone lewat iCloud dan Handoff, hingga stabilitas aplikasi jangka panjang yang jarang ditemukan pada laptop di kelas harga yang sama.
Beberapa Kompromi yang Harus Diperhatikan
Dengan harga Rp 10,7 juta, Apple tentu melakukan beberapa penyesuaian yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli:
- RAM Terbatas: Dilengkapi dengan unified memory 8 GB yang tidak bisa di-upgrade, cukup untuk harian namun agak pas-pasan jika Anda sering melakukan multitasking yang sangat berat.
- Konektivitas Minimalis: Hanya mengusung audio jack 3,5 mm dan dua port USB-C, di mana salah satu portnya dibatasi pada kecepatan USB 2.0. Selain itu, tidak ada pengisian daya magnetis MagSafe.
- Fitur Varian Dasar: Varian paling murah (256 GB) dikabarkan memangkas beberapa fitur opsional seperti backlit keyboard dan sensor Touch ID demi menekan harga.(*)
BACA JUGA: MacBook Neo, Laptop Apple Harga Terjangkau