Jernih.co

Manchester United VS Leeds United, Drama Kartu Merah dan Runtuhnya Benteng Setan Merah

Sejarah pahit terulang di “Teater Impian”. Untuk pertama kalinya dalam 45 tahun, Leeds United berhasil menundukkan Manchester United di kandangnya sendiri.

WWW.JERNIH.CO – Kekalahan mengejutkan Manchester United dari Leeds United di Old Trafford kemarin menjadi salah satu momen paling dramatis dalam musim Premier League 2025/2026. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-2 ini adalah sejarah kelam karena untuk pertama kalinya sejak tahun 1981, Leeds berhasil mencuri poin penuh di “Teater Impian”.

Pertandingan dimulai dengan awal yang sangat buruk bagi pasukan Michael Carrick. Belum genap lima menit laga berjalan, Leeds sudah unggul melalui aksi Noah Okafor. Gol ini berawal dari transisi cepat tim tamu yang mengeksploitasi kelengahan lini pertahanan United.

Okafor kembali menjadi mimpi buruk bagi publik Old Trafford pada menit ke-29. Melalui skema serangan balik yang presisi, ia mencetak gol keduanya, membawa Leeds unggul 0-2 sebelum jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, Manchester United mencoba bangkit, namun petaka justru datang di menit ke-56. Lisandro Martinez diganjar kartu merah langsung setelah intervensi VAR menunjukkan ia melakukan tindakan kasar (menarik rambut) terhadap striker Leeds, Dominic Calvert-Lewin.

Bermain dengan 10 orang, United sempat memberikan harapan lewat gol sundulan Casemiro di menit ke-69 memanfaatkan umpan silang Bruno Fernandes. Namun, meski mengurung pertahanan Leeds di sisa waktu, skor 1-2 tetap bertahan hingga peluit panjang.

United tampil tanpa ritme di babak pertama. Jeda internasional atau waktu istirahat 24 hari yang cukup lama tampaknya membuat koordinasi antarpemain tumpul. Kartu merah Martinez adalah titik balik. Di saat tim sedang mengejar ketertinggalan, kehilangan satu pemain pilar akibat emosi yang tak terkontrol sangat merugikan strategi Carrick.

United sebenarnya memiliki beberapa peluang emas melalui Amad Diallo dan Manuel Ugarte, namun penyelesaian akhir yang buruk dan ketangguhan kiper lawan menjadi penghalang.

Sementara Leeds tampil sangat disiplin dan tajam saat melakukan transisi. Mereka tidak butuh banyak penguasaan bola untuk menghukum lini belakang MU yang bermain terlalu tinggi.

Di bawah tekanan hebat pada 20 menit terakhir, pemain seperti Jaka Bijol dan Pascal Struijk tampil heroik menghalau bola di garis gawang.

Datang sebagai tim yang berjuang menjauh dari zona degradasi, Leeds bermain dengan determinasi tinggi seolah setiap bola adalah hidup dan mati mereka.

Tidak diragukan lagi, Noah Okafor adalah bintang lapangan dengan dua golnya yang sangat klinis. Selain Okafor, kiper Karl Darlow layak mendapat pujian atas serangkaian penyelamatan krusial yang mencegah United menyamakan kedudukan.

Sorotan tajam tertuju pada Lisandro Martinez. Meskipun ia melakukan blok penting di babak pertama, kartu merah konyol yang ia terima membuat perjuangan rekan-rekannya menjadi dua kali lebih berat. Keputusannya menarik rambut Calvert-Lewin dianggap sebagai tindakan yang tidak profesional dan merusak momentum kebangkitan tim.

Setelah pertandingan, Michael Carrick tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, terutama terhadap keputusan wasit dan penggunaan VAR. Carrick menyebut kartu merah Martinez sebagai “salah satu keputusan terburuk yang pernah saya lihat.” Ia merasa ada pelanggaran sebelumnya terhadap Leny Yoro dalam proses gol pertama Leeds yang tidak dianulir wasit.

“Kami tidak memulai laga dengan baik dan kehilangan ritme. Namun, bermain dengan 10 orang dan tetap memberikan perlawanan seperti itu menunjukkan karakter tim ini. Hasil ini tidak akan mengubah pandangan saya bahwa tim ini sedang menuju arah yang benar untuk akhir musim yang besar,” ujar Carrick dalam konferensi persnya.

Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan MU di kandang dalam laga rivalitas ini, sekaligus menjadi peringatan keras bagi Carrick untuk segera membenahi kedisiplinan dan fokus pemainnya jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen.(*)

BACA JUGA: Manchester United VS Brighton, Rekor Buruk Dalam 111 Tahun

Exit mobile version