Salah satu stadion yang akan digunakan pertandingan justru berada di lokasi perang narkoba tempo hari. Toh, pemerintah dan FIFA beri jaminan keamanan tinggi.
WWW.JERNIH.CO – Pemerintah Meksiko di bawah Presiden Claudia Sheinbaum bergerak cepat memberikan jaminan. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa situasi keamanan sepenuhnya terkendali dan “tidak ada risiko sedikit pun” bagi suporter internasional.
“Sepenuhnya aman. Tidak ada risiko sedikit pun bagi para pengunjung,” tegasnya. Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengubah pendekatan menjadi “perang terbuka,” melainkan tetap fokus pada pemulihan ketertiban melalui koordinasi ketat antara Garda Nasional dan otoritas lokal untuk melindungi zona pariwisata serta koridor transportasi menuju stadion.

Senada dengan itu, FIFA melalui Presiden Gianni Infantino menyatakan kepercayaan penuhnya terhadap otoritas lokal. “Dari pihak saya, dan atas nama FIFA, ada kepercayaan mutlak pada Presiden Sheinbaum dan otoritas Meksiko,” ujar Infantino di Barranquilla kemarin.
FIFA menjamin bahwa persiapan akan tetap berjalan spektakuler dan ketertiban akan dijaga melalui pengamanan super ketat, termasuk pengerahan robot anjing taktis dan peningkatan patroli Garda Nasional di sekitar zona-zona kunci.
Meksiko dijadwalkan menjadi panggung bagi 13 pertandingan dari total 104 laga di Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut tersebar di tiga kota utama dengan stadion-stadion ikoniknya:
Mexico City (Estadio Azteca): Akan mencetak sejarah sebagai stadion pertama yang menggelar tiga laga pembukaan Piala Dunia berbeda (1970, 1986, dan 11 Juni 2026). Selain laga pembuka yang mempertemukan Meksiko vs Afrika Selatan, Azteca juga akan menggelar laga babak 32 besar dan 16 besar.
Guadalajara (Estadio Akron): Menjadi tuan rumah bagi empat pertandingan penyisihan grup, termasuk laga krusial antara Spanyol melawan Uruguay. Namun, kota ini sedang dalam pengawasan ketat karena merupakan basis kekuatan kartel yang sedang bergejolak.
Monterrey (Estadio BBVA): Akan menyelenggarakan tiga laga grup dan satu laga babak 32 besar. Stadion modern ini diproyeksikan menjadi salah satu titik paling aman bagi pengunjung.
Antusiasme suporter diperkirakan tidak akan surut meski dibayangi isu keamanan. Berdasarkan kapasitas stadion, diperkirakan jutaan pasang mata akan memadati tribun. Estadio Azteca sendiri memiliki kapasitas sekitar 87.000 hingga 90.000 penonton, sementara Monterrey dan Guadalajara masing-masing mampu menampung sekitar 46.000 hingga 51.000 suporter.
Federasi Sepak Bola Meksiko memprediksi ajang ini akan menjadi mesin ekonomi senilai 3 miliar dolar, sebuah angka yang menunjukkan betapa masifnya pergerakan massa yang akan hadir di tanah Aztec tersebut.
Terkait kemungkinan serangan dari kartel narkoba, para ahli keamanan menilai bahwa kartel biasanya menghindari konfrontasi langsung dengan acara berskala global yang melibatkan banyak warga negara asing, karena hal itu dapat memicu intervensi militer internasional yang lebih agresif, terutama dari Amerika Serikat.
Meskipun sempat terjadi aksi pembakaran sebagai bentuk protes atas kematian pemimpin mereka, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan jalur logistik dan area stadion bebas dari gangguan.
Pendekatan “sosial” pemerintah tetap dikedepankan, namun kehadiran polisi bersenjata berat di jalanan menjadi sinyal bahwa Meksiko tidak akan membiarkan Piala Dunia mereka dinodai oleh teror kriminal.(*)
BACA JUGA: Badai Keamanan di Meksiko, Nasib Piala Dunia 2026 Pasca-Tewasnya El Mencho