JERNIH — Kepanikan luar biasa melanda kompleks perbelanjaan mewah Ginza Six di Tokyo, Jepang. Insiden ini dipicu oleh aksi seorang pria misterius yang menyemprotkan zat tidak dikenal di dekat area mesin ATM, yang mengakibatkan sedikitnya 20 orang mengalami gangguan kesehatan massal dan memicu respons darurat skala besar dari otoritas kota.
Pihak Kepolisian Tokyo menyatakan bahwa terduga pelaku terlihat menyebarkan “zat yang belum diketahui jenisnya” di sekitar koridor ATM yang terletak di lantai satu mal, di kawasan distrik perbelanjaan sibuk Ginza tersebut.
Armada kendaraan darurat dan petugas pemadam kebakaran langsung mengepung area kompleks perbelanjaan, sementara pihak berwenang segera membatasi akses di jalan-jalan sekitarnya. Rekaman video yang disiarkan oleh stasiun televisi Nippon TV menunjukkan sejumlah besar personel darurat bersiaga di luar kompleks, termasuk petugas khusus yang mengenakan pakaian dekontaminasi hazmat (hazmat suits).
Di dalam gedung, salah satu petugas penyelamat terlihat membersihkan sisa-sisa residu kimia yang menempel di dinding, sementara personel medis lainnya masuk ke dalam pusat perbelanjaan untuk memberikan pertolongan pertama kepada para pengunjung yang terdampak.
Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi di lokasi kejadian sangat membingungkan saat ambulans mulai mengevakuasi beberapa korban dari dalam mal. Menurut laporan dari kantor berita AFP, setidaknya dua orang korban terlihat harus ditandu menggunakan ranjang dorong (stretcher) untuk dimasukkan ke dalam kendaraan darurat.
Seorang wanita lansia berusia 70 tahun yang berada di dalam mal menceritakan bahwa dirinya langsung merasakan gejala iritasi sesaat setelah mendekati area ATM tempat zat kimia tersebut dilepaskan.
“Saat saya tiba, kegaduhan sudah dimulai, dan saya mengira mungkin terjadi kebakaran kecil atau sejenisnya. Namun begitu saya melangkah masuk ke dalam sudut ATM, tenggorokan saya langsung terasa gatal, perih, dan hampir mati rasa,” ungkap wanita tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang setempat masih belum berhasil mengidentifikasi jenis bahan kimia atau material yang digunakan dalam aksi tersebut. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses investigasi mendalam untuk mengungkap motif dan latar belakang insiden ini masih terus berjalan secara intensif.
Peristiwa mencekam di pusat mode Tokyo ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang terjadi di Universitas Greenwich di Inggris pada tahun 2024 lalu. Kala itu, beberapa orang terluka setelah terpapar zat misterius lainnya, yang dalam penyelidikan lanjutan kemudian dinyatakan sebagai zat yang tidak beracun (non-toxic).
