Jernih.co

Menelusuri 9 Keunikan dan Sejarah Panjang Masjidil Aqsa

Di jantung Kota Lama Yerusalem, berdiri sebuah kompleks suci yang getarannya terasa hingga ke seluruh penjuru dunia Islam. Itulah Masjidil Aqsa saksi bisu perjalanan para Nabi, titik temu antara bumi dan langit dalam peristiwa Isra Mi’raj.

WWW.JERNIH.CO –  Masjidil Aqsa adalah jantung spiritual yang menyimpan lapisan sejarah peradaban manusia. Terletak di Kota Lama Yerusalem, kompleks seluas 144.000 meter persegi ini (Al-Haram ash-Sharif) memiliki keunikan yang tak tertandingi oleh situs mana pun di dunia.

Sebagai salah satu situs paling signifikan dalam sejarah manusia, Al-Aqsa menyimpan lapisan narasi yang luar biasa—mulai dari kemegahan arsitektur Dinasti Umayyah hingga ketangguhan kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Memahami Al-Aqsa berarti menyelami kedalaman spiritualitas sekaligus menghargai warisan desain yang telah bertahan melewati ribuan tahun pergolakan zaman.

Berikut adalah 9 keunikan Masjidil Aqsa ditinjau dari perspektif desain, arsitektur, dan sejarah Islam:

1. Kiblat Pertama Umat Islam

Sebelum perintah memindahkan kiblat ke Ka’bah di Makkah turun, Rasulullah SAW dan para sahabat menghadap ke arah Masjidil Aqsa selama kurang lebih 16 hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Hal ini menjadikan Al-Aqsa memiliki ikatan emosional dan teologis yang sangat kuat dalam memori kolektif umat Islam.

2. Titik Tolak Peristiwa Isra Mi’raj

Dalam perspektif sejarah Islam, Al-Aqsa adalah terminal bumi bagi perjalanan malam Rasulullah SAW (Isra) sebelum beliau naik ke langit (Mi’raj). Di tempat inilah, Nabi Muhammad SAW diyakini mengimami salat seluruh Nabi dan Rasul sebelumnya, menegaskan posisi Al-Aqsa sebagai simbol persatuan risalah samawi.

3. Satu Kompleks, Banyak Bangunan

Banyak orang keliru mengira Al-Aqsa hanyalah satu gedung. Faktanya, Al-Masjid Al-Aqsa merujuk pada seluruh area di dalam pagar (Al-Haram ash-Sharif). Di dalamnya terdapat: Jami’ Al-Qibli yakni masjid berkubah perak gelap yang sering disebut sebagai “Masjid Al-Aqsa”.

Lalu Dome of the Rock (Qubbat as-Sakhra) berupa bangunan berkubah emas yang menaungi batu pijakan Mi’raj. Dan, mushalla Al-Marwani sebuah area bawah tanah yang luas.

4. Arsitektur Ikonik Dome of the Rock

Dome of the Rock (Kubah Shakhra) adalah salah satu contoh arsitektur Islam tertua yang masih berdiri kokoh. Dibangun oleh Khalifah Abd al-Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah, desainnya berbentuk oktagonal (segi delapan) yang sangat simetris.

Penggunaan mosaik berwarna biru, hijau, dan emas pada dindingnya dipengaruhi oleh seni Bizantium namun dengan motif geometris dan kaligrafi khas Islam.

5. Keajaiban Akustik dan Cahaya

Desain interior bangunan di kompleks Al-Aqsa memanfaatkan pencahayaan alami melalui jendela-jendela tinggi dengan kaca patri berwarna. Selain itu, struktur atap dan pilar-pilarnya dirancang sedemikian rupa sehingga suara imam dapat terdengar jelas hingga ke sudut ruangan, bahkan sebelum adanya teknologi pengeras suara modern.

6. Mimbar Shalahuddin yang Legendaris

Setelah merebut kembali Yerusalem dari Tentara Salib, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi membawa mimbar kayu yang sangat indah dari Aleppo. Mimbar ini dibuat tanpa menggunakan paku atau lem, melainkan dengan teknik sambungan kayu (interlocking) yang rumit.

Meskipun mimbar asli terbakar pada tahun 1969, replika yang sangat akurat kini terpasang kembali di dalam Masjid Jami’ Al-Qibli.

7. Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid mana yang pertama kali dibangun di bumi. Rasulullah menjawab “Masjidil Haram”, kemudian “Masjidil Aqsa”.

Jarak pembangunan antara keduanya adalah 40 tahun. Ini menunjukkan bahwa fondasi spiritual Al-Aqsa sudah ada sejak masa awal kenabian.

8. Perpustakaan dan Pusat Ilmu Pengetahuan

Di dalam kompleks Al-Aqsa terdapat Perpustakaan Al-Aqsa yang menyimpan ribuan manuskrip kuno dan buku-buku langka tentang sejarah Islam, sains, dan sastra.

Sejak masa lalu, Al-Aqsa bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga universitas terbuka bagi para ulama dunia untuk bertukar pikiran.

9. Tanah yang Diberkahi (The Blessed Land)

Al-Quran menyebut wilayah di sekitar Al-Aqsa sebagai tanah yang “Kami berkahi sekelilingnya” (QS. Al-Isra: 1). Keunikan ini bersifat metafisika; keberkahan tersebut mencakup kesuburan tanahnya, sejarah panjang para nabi yang diutus di sana, hingga nilai pahala salat yang berlipat ganda bagi umat Islam yang berkunjung.

Masjidil Aqsa adalah saksi bisu pasang surutnya peradaban. Keindahan desainnya mencerminkan kejayaan seni Islam, sementara sejarahnya adalah pengingat akan akar iman yang dalam.(*)

BACA JUGA: Isra Miraj, Momentum Perkuat Komitmen Melawan Radikalisme dan Terorisme

Exit mobile version