Site icon Jernih.co

Menghitung Nilai Ekonomi Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026

Tahun lalu Jakarta meraup uang di bawah Rp 100 miliar. Lewat JAKIM 2026 yang jumlah pesertanya meningkat pesat bukan tak mungkin Jakarta meraih di atas Rp 100 miliar.

WWW.JERNIH.CO –  BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga bertaraf internasional, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jakarta.

Event yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 ini berhasil menarik lebih dari 45.000 peserta dari 52–55 negara, termasuk sekitar 1.012 pelari internasional, menjadikannya salah satu event lari terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mencatat bahwa Jakarta International Marathon menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp85 miliar dari sektor UMKM, hotel, restoran, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Angka ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada akhir tahun 2025.

Selain itu, laporan penyelenggaraan BTN JAKIM 2025 menunjukkan bahwa total dampak ekonomi yang tercipta bahkan mencapai Rp127,1 miliar, mencakup belanja peserta, wisatawan, sponsor, hotel, transportasi, kuliner, dan aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dengan jumlah peserta JAKIM 2026 yang meningkat hingga sekitar 45.000 orang, jauh lebih tinggi dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 31.600 pelari, maka nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan dapat melampaui capaian tahun 2025.

Sumber-Sumber Nilai Ekonomi JAKIM 2026

Sektor Perhotelan

Kehadiran puluhan ribu peserta dari luar Jakarta dan luar negeri meningkatkan tingkat okupansi hotel secara signifikan. Pada penyelenggaraan sebelumnya, hotel-hotel di sepanjang rute lomba dilaporkan mengalami tingkat hunian yang sangat tinggi bahkan penuh.

Hotel dan penginapan di sekitar area dekat Monas bisa menemus tingkat okupansi lebih dari 80 persen.

Pelari biasanya menginap selama 2–4 malam bersama keluarga atau tim pendukung. Jika diasumsikan 10.000 peserta berasal dari luar Jakarta dengan pengeluaran hotel rata-rata Rp1,5 juta selama kunjungan, maka perputaran ekonomi sektor akomodasi dapat mencapai sekitar Rp15 miliar.

Sektor Kuliner dan Restoran

Pelari membutuhkan asupan makanan sebelum dan sesudah lomba. Selain itu, keluarga peserta dan wisatawan juga berbelanja di restoran, kafe, serta pusat kuliner Jakarta. Pemerintah DKI secara khusus menyebut sektor kuliner sebagai salah satu penerima manfaat utama dari penyelenggaraan JAKIM.

Estimasi konservatif menunjukkan transaksi kuliner selama event dapat menghasilkan omzet lebih dari Rp20–25 miliar.

Transportasi

Kedatangan ribuan peserta meningkatkan penggunaan transportasi udara, kereta api, taksi online, TransJakarta, MRT Jakarta, hingga penyewaan kendaraan. Pengeluaran transportasi menjadi salah satu komponen terbesar dalam sport tourism.

Potensi nilai ekonomi sektor transportasi diperkirakan mencapai Rp15–20 miliar selama periode event.

UMKM dan Pedagang Lokal

Sepanjang area expo, lokasi start-finish, dan rute perlombaan, banyak UMKM menjual makanan, minuman, suvenir, perlengkapan olahraga, hingga produk kreatif lokal. Pemerintah DKI secara eksplisit menyebut bahwa JAKIM memberikan multiplier effect bagi UMKM lokal.

Kontribusi sektor UMKM diperkirakan mencapai Rp20–30 miliar.

Sport Tourism dan Promosi Kota

JAKIM 2026 telah memperoleh status World Athletics Elite Label Road Race, sebuah pengakuan internasional yang meningkatkan citra Jakarta sebagai destinasi sport tourism global. Event ini menjadi sarana promosi kota yang sangat efektif karena menarik peserta dari puluhan negara dan mendapatkan eksposur media internasional.

Manfaat ekonomi dari promosi destinasi ini memang sulit dihitung secara langsung, namun berdampak pada peningkatan kunjungan wisata dan investasi di masa depan.

Penjualan Tiket dan Race Pack

Harga pendaftaran JAKIM 2026 berkisar antara Rp500.000 hingga Rp950.000 tergantung kategori lomba. Dengan target dan realisasi peserta sekitar 45.000 orang, potensi pendapatan dari registrasi peserta saja dapat mencapai puluhan miliar rupiah.

Jika rata-rata biaya pendaftaran sebesar Rp700.000 per peserta, maka potensi pendapatan registrasi mencapai sekitar Rp31,5 miliar.

Berdasarkan data resmi penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat dampak ekonomi Rp85 miliar hingga Rp127,1 miliar, serta meningkatnya jumlah peserta pada tahun 2026, maka nilai ekonomi JAKIM 2026 secara realistis dapat diperkirakan berada pada kisaran Rp130 miliar hingga Rp170 miliar. Angka tersebut menjadikan JAKIM sebagai salah satu event sport tourism dengan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia saat ini.(*)

BACA JUGA: 10 Ajang Ultra Trail Marathon Indonesia

Exit mobile version