Stranger Things kembali membawa kita ke Hawkins—kota kecil dengan rahasia besar—tepat saat musim kelimanya memasuki babak penutup.
WWW.JERNIH.CO – Liburan akhir tahun selalu identik dengan momen melambat: duduk di rumah, menyeruput cokelat panas, berselimut, dan membiarkan waktu berjalan tanpa tergesa. Dalam suasana seperti ini, memilih tontonan yang tepat menjadi bagian penting dari ritual liburan. Di antara banyak pilihan, Stranger Things di Netflix muncul bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai pengalaman kolektif yang menutup satu bab besar dalam sejarah televisi modern.
Penghujung tahun 2025 memiliki makna khusus bagi para penggemar serial ini. Musim kelima—sekaligus musim terakhir—dirilis bertahap, dengan Volume 2 tayang pada 25 Desember dan episode final dijadwalkan hadir tepat pada 31 Desember 2025.

Momentum ini menjadikan Stranger Things sekaligus merayakan budaya pop global. Menontonnya sekarang berarti ikut menyaksikan penutup kisah Eleven dan kawan-kawan bersama jutaan penonton lain di seluruh dunia, pada saat cerita Hawkins mencapai titik klimaksnya.
Di balik ketegangan dan teror dari Upside Down, Stranger Things selalu membawa kehangatan nostalgia tahun 1980-an. Estetika retro—lampu warna-warni yang mengingatkan pada dekorasi Natal, dentuman musik synth-wave, hingga busana khas era tersebut—menciptakan suasana “cozy” yang justru kontras namun selaras dengan horor yang ditampilkan.
Nostalgia ini tidak terasa sebagai tempelan, melainkan sebagai jiwa cerita yang mengikat emosi penonton lintas generasi, termasuk mereka yang tidak pernah hidup di era 80-an sekalipun.
Namun, kekuatan utama serial ini tidak pernah terletak pada monster-monsternya. Intinya adalah persahabatan dan keluarga. Ikatan antara Mike, Dustin, Lucas, Will, Eleven, Max, serta figur-figur dewasa seperti Hopper dan Joyce, menjadi jantung emosional cerita. Di musim terakhir, tema kebersamaan, pengorbanan, dan trauma tumbuh semakin matang. Menontonnya di masa liburan—saat orang-orang kembali merenungi arti kedekatan—membuat pesan ini terasa semakin relevan dan menghantam secara emosional.
Dari sisi pengalaman menonton, Stranger Things adalah serial yang nyaris diciptakan untuk binge-watching. Lima musim yang saling terhubung memungkinkan penonton baru melakukan maraton tanpa jeda panjang, sementara penonton lama dapat melakukan rewatch dengan perspektif baru.
Ritme cerita yang terus menanjak, terutama di musim kelima, membuat waktu liburan terasa berlalu tanpa disadari. Setiap episode dirancang seperti film layar lebar, baik dari durasi, struktur, maupun skala ceritanya.
Secara teknis, kualitas produksi musim terakhir ini menunjukkan ambisi besar Netflix. Sinematografi, tata suara, dan efek visualnya telah melampaui standar serial televisi dan mendekati film bioskop.
Dunia Upside Down terasa semakin hidup, gelap, dan mengancam, dengan desain monster yang ikonik dan mudah diingat. Musik juga memainkan peran krusial: lagu-lagu klasik seperti “Running Up That Hill” atau “Master of Puppets” tidak hanya menjadi latar, tetapi elemen naratif yang memperkuat emosi dan bahkan menggerakkan alur cerita.
Para kritikus dan penonton sepakat bahwa Stranger Things adalah lebih dari sekadar serial horor remaja. Banyak ulasan menyebut karya The Duffer Brothers ini sebagai “standar emas televisi modern,” karena keberhasilannya menjaga konsistensi kualitas selama hampir satu dekade.
Kritikus memuji keberanian mengambil risiko besar di musim final, sementara penggemar lama menyebutnya sebagai “akhir dari sebuah era” yang emosional dan memuaskan. Bahkan penonton baru—yang baru mengenal serial ini di tahun-tahun terakhir—sering mengaku langsung terikat oleh dinamika persahabatan anak-anak Hawkins, terlepas dari latar waktu yang jauh dari kehidupan mereka.
Pada akhirnya, menonton Stranger Things di liburan akhir tahun 2025 bukan hanya soal mencari hiburan, tetapi juga ikut menutup perjalanan panjang sebuah kisah yang telah menemani banyak orang tumbuh dan berubah. Dengan episode final yang tayang tepat di malam tahun baru, menundanya berarti bersiap menghadapi banjir spoiler di media sosial.
Jadi, sebelum hitung mundur pergantian tahun dimulai, mungkin inilah saat yang paling tepat untuk kembali ke Hawkins—dengan camilan favorit sambil menutup tahun 2025.(*)
BACA JUGA: Film Jumbo Sudah Mendarat di Netflix