Site icon Jernih.co

Min Hee-jin Menang Atas HYBE, Dapat Kompensasi Rp 397 Miliar

Kasus ini menjadi preseden penting bagi industri hiburan Korea Selatan, terutama dalam melindungi hak-hak kreator dan pemegang saham minoritas dari tekanan perusahaan induk yang besar.

WWW.JERNIH.CO –  Drama hukum antara Min Hee-jin dan raksasa hiburan HYBE mencapai babak baru yang sangat krusial di awal tahun 2026 ini. Kasus yang bermula dari konflik internal perusahaan ini telah berkembang menjadi salah satu pertarungan hukum paling signifikan dalam sejarah industri K-Pop, melibatkan isu hak pemegang saham, kebebasan kreatif, dan tuduhan plagiarisme.

Min Hee-jin adalah seorang direktur kreatif legendaris di industri K-Pop. Sebelum bergabung dengan HYBE, ia dikenal sebagai otak di balik kesuksesan visual grup-grup besar SM Entertainment seperti Girls’ Generation, SHINee, dan EXO. Pada tahun 2021, ia mendirikan ADOR, sebuah label di bawah naungan HYBE Labels, dan sukses mendebutkan grup fenomenal NewJeans.

Lawannya adalah HYBE, perusahaan induk ADOR yang dipimpin oleh Bang Si-hyuk (pendiri HYBE). Perselisihan ini pada dasarnya adalah benturan antara “kreator” yang ingin otonomi penuh (Min Hee-jin) dan “korporasi” yang memegang kendali kepemilikan saham mayoritas (HYBE).

Perseteruan ini meledak ke publik pada April 2024 ketika HYBE secara mengejutkan melakukan audit mendadak terhadap manajemen ADOR. HYBE menuduh Min Hee-jin berusaha melakukan “kudeta” untuk memisahkan ADOR dari perusahaan induk dan mengambil alih kendali penuh dengan bantuan investor luar.

Min Hee-jin membalas tuduhan tersebut melalui konferensi pers yang viral, di mana ia mengecam HYBE karena dianggap mencoba menghancurkan karakternya. Ia juga menuding salah satu grup baru di bawah HYBE, ILLIT, telah menjiplak konsep NewJeans. Ketegangan ini terus memuncak hingga akhirnya pada Agustus 2024, Min Hee-jin diberhentikan dari jabatannya sebagai CEO ADOR. Meskipun ia sempat diangkat kembali sebagai direktur internal, ia akhirnya mengundurkan diri sepenuhnya dari dewan direksi pada November 2024 untuk fokus pada perjuangan hukumnya.

Inti dari persidangan baru-baru ini adalah gugatan terkait perjanjian pemegang saham dan put option (hak untuk menjual saham kembali ke perusahaan). HYBE mencoba membatalkan kontrak tersebut agar mereka tidak perlu membayar nilai saham milik Min Hee-jin, dengan alasan Min telah melakukan pelanggaran kepercayaan yang berat.

Namun, pada 12 Februari 2026, Pengadilan Distrik Pusat Seoul memberikan kemenangan besar bagi Min Hee-jin.  Hakim memutuskan bahwa HYBE wajib membayar sekitar Rp397 miliar kepada Min Hee-jin. Dua mantan eksekutif ADOR lainnya juga mendapatkan hak kompensasi total miliaran won.

Pengadilan menilai bahwa meskipun Min Hee-jin sempat mengeksplorasi cara untuk mandiri, tindakannya tidak dianggap sebagai pelanggaran kontrak yang cukup berat untuk membatalkan perjanjian pemegang saham.

Menariknya, pengadilan juga mengakui adanya kemiripan antara ILLIT dan NewJeans, yang memberikan validasi atas klaim awal Min Hee-jin mengenai orisinalitas karya kreatifnya.

Meski telah memenangkan putusan pertama ini, perang hukum belum sepenuhnya berakhir. HYBE telah menyatakan kekecewaannya dan berencana untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Di sisi lain, Min Hee-jin kini mulai melangkah maju dengan mendirikan label baru bernama Ooak Records dan dikabarkan tengah mempersiapkan proyek musik baru.(*)

BACA JUGA: Akhir Pahit Perjalanan Danielle di NewJeans, ADOR Resmi Putus Kontrak

Exit mobile version