Era emas Antoine Griezmann di Eropa resmi berakhir. Sang legenda Atletico Madrid kini bersiap menaklukkan Amerika Serikat setelah sepakat bergabung dengan Orlando City di MLS.
WWW.JERNIH.CO – Setelah bertahun-tahun menjadi ikon Atletico Madrid, bintang asal Prancis ini akhirnya memutuskan untuk menyeberangi Atlantik demi tantangan baru di Major League Soccer (MLS). Transfer ini tidak hanya menandai berakhirnya era emas Griezmann di Eropa, tetapi juga menegaskan ambisi besar Orlando City untuk menjadi kekuatan utama di sepak bola Amerika Utara.
Keputusan Griezmann untuk pindah ke Orlando City bukanlah sebuah kejutan mendadak bagi mereka yang mengikuti perkembangan kariernya. Pemain berusia 35 tahun ini sudah lama mengungkapkan kecintaannya pada budaya dan gaya hidup Amerika Serikat, terutama melalui kegemarannya terhadap NBA dan NFL.
Orlando City menawarkan paket yang sempurna: kesempatan menjadi wajah klub (face of the franchise), tinggal di kota dengan iklim yang bersahabat bagi keluarga, dan bermain di liga yang sedang berkembang pesat. Selain itu, ia ingin menyusul jejak rekan-rekan setimnya di timnas Prancis seperti Hugo Lloris dan bintang dunia lainnya seperti Lionel Messi yang sudah lebih dulu meramaikan MLS.

Banyak yang bertanya apakah kepindahan ini dipicu oleh penurunan performa. Jawabannya adalah tidak. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, Griezmann tetap menjadi pemain paling berpengaruh bagi skuad asuhan Diego Simeone hingga musim terakhirnya (2025/2026).
Ia baru saja mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico Madrid dengan lebih dari 210 gol. Pada musim berjalan, ia masih mampu mencetak dua digit gol dan menjadi motor serangan tim. Kepindahannya lebih didasari oleh keinginan untuk pergi saat masih berada di level tertinggi (leaving on a high note) daripada menunggu performanya benar-benar merosot.
Jika kita melihat nilai pasar (market value) Griezmann saat ini, angkanya berada di kisaran Rp285,6 miliar. Angka ini tergolong masih cukup tinggi untuk pemain seusianya, mencerminkan kualitas teknisnya yang belum pudar.
Di Orlando City, Griezmann didatangkan sebagai Designated Player. Berdasarkan berbagai laporan, ia akan menerima gaji tahunan yang fantastis, sekitar Rp210 miliar. Nilai ini menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di MLS, hanya kalah dari Lionel Messi.
Apa yang membuat Orlando City rela merogoh kocek sedalam itu?
Griezmann adalah definisi “pemain lengkap”. Ia bukan tipe penyerang yang menunggu bola; ia adalah kreator serangan dengan visi bermain luar biasa, kemampuan umpan yang akurat, dan penyelesaian akhir yang klinis.
Keunggulan utamanya adalah kecerdasan taktis; ia tahu kapan harus turun membantu pertahanan dan kapan harus berada di kotak penalti untuk mencetak gol. Kepemimpinan dan mentalitas juaranya sebagai pemenang Piala Dunia 2018 akan menjadi aset tak ternilai bagi ruang ganti Orlando City yang sedang membangun dinasti baru.
Kepindahan ini secara resmi akan terjadi pada Juli 2026 setelah kontraknya bersama Atletico berakhir. Griezmann telah berjanji akan memberikan segalanya di sisa musim ini untuk membantu Atletico meraih trofi terakhir sebelum ia terbang ke Florida.(*)
BACA JUGA: Empat Alasan Kekalahan Barca Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Copa del Rey