CrispyDesportare

Moto3 Ceko, Veda Pratama Finish Posisi 5, Hakim Danish Juara

Veda secara ajaib merangkak naik 15 peringkat untuk finish di posisi ke-5, sementara Hakim Danish melakukan manuver nekat nan spektakuler di tikungan pamungkas demi menyegel podium juara.

WWW.JERNIH.CO – Balapan Moto3 di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko, menyajikan drama yang sulit ditebak. Seri kali ini benar-benar akan dikenang sebagai salah satu balapan paling mendebarkan, terutama bagi dua talenta muda berbakat asal Asia Tenggara: Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia. Keduanya menyuguhkan aksi comeback memukau yang berhasil mengacak-ngacak dominasi barisan depan sejak lap pertama. 

Sebelum lampu hijau menyala, drama sudah dimulai sejak sesi kualifikasi berakhir. Veda Pratama sebenarnya tampil sangat impresif dan berhasil mengamankan posisi start ke-8. Sesi kualifikasi yang baik ini sayangnya harus sirna setelah FIM MotoGP Stewards menjatuhkan hukuman penalti berat berupa mundur 12 posisi grid. 

Hukuman tersebut diberikan karena Veda dinyatakan melanggar regulasi terkait insiden slow riding. Ia dinilai mengendarai motor terlalu lambat di beberapa sektor lintasan demi mencari slipstream atau towing (memanfaatkan pusaran angin pembalap lain untuk mendongkrak kecepatan). Tindakan melambat secara berlebihan ini dianggap membahayakan pembalap lain yang sedang melaju kencang. Akibat penalti 12 grid tersebut, Veda terpaksa melorot dan harus mengawali balapan utama dari posisi ke-20. 

Menariknya, nasib sial akibat regulasi yang sama juga menimpa Hakim Danish. Pembalap asal Malaysia ini sejatinya sukses mengunci posisi start ke-2. Namun, karena kedapatan melakukan pelanggaran slow riding serupa, Danish juga dijatuhi penalti mundur 12 grid, membuatnya terlempar ke posisi start ke-14. 

Memulai balapan dari baris ketujuh di posisi ke-20 tentu bukan perkara mudah bagi Veda Pratama. Terjebak di barisan belakang menuntut fokus tinggi untuk menghindari kemelut di tikungan-tikungan awal Brno yang terkenal teknis. Namun, pembalap muda andalan Indonesia ini menunjukkan mental baja. 

Begitu balapan dimulai, Veda melakukan start yang luar biasa dan langsung merangsek ke posisi 11 sebelum lap pertama usai. Perlahan tapi pasti, ia terus memotong jarak. Dengan kecepatan race pace yang konsisten, ia melewati satu per satu pembalap di depannya hingga berhasil bergabung dengan enam pembalap tangguh yang memimpin jalannya balapan di rombongan terdepan. 

Di kelompok leader ini, aksi saling salip terjadi hampir di setiap tikungan, menyuguhkan tontonan yang sangat seru dan membuat jantung para penonton berdegup kencang. Veda sempat beberapa kali merebut posisi keempat. Melalui pertarungan sengit hingga garis finish, pembalap asal Gunungkidul ini menyudahi balapan luar biasa ini di posisi ke-5. Naik 15 peringkat dari posisi start akibat penalti adalah bukti sahih kualitas dan potensi besar yang dimilikinya. 

Jika Veda Pratama memukau lewat aksi merangkak naik yang luar biasa, cerita kemenangan dramatis datang dari Hakim Danish. Mengawali balapan dari posisi ke-14 setelah terkena hukuman penalti, pembalap asal Malaysia ini juga tampil spartan sepanjang 16 putaran untuk bisa terus menempel di kelompok leader yang sama dengan Veda. 

Pertarungan enam pembalap di kelompok terdepan mencapai puncaknya pada lap terakhir. Semua pembalap saling mengunci jalur dan mencari celah sekecil apa pun. Dewi fortuna tampaknya sedang menaungi Hakim Danish di saat yang paling menentukan. 

Memasuki tikungan terakhir jelang garis finish, situasi di barisan depan sangat padat dan penuh risiko. Memanfaatkan sedikit celah dan momentum yang tepat, Danish melakukan manuver super nekat namun bersih.

Ia secara spektakuler berhasil menyalip dua pembalap sekaligus di tikungan pamungkas tersebut. Aksi brilian di detik-detik terakhir ini mengantarkannya melintasi garis finish pertama. Dari posisi start ke-14 akibat penalti, Hakim Danish keluar sebagai Juara 1, sebuah pencapaian yang terasa magis dan emosional.(*)

BACA JUGA: Skandal Kecurangan Moto3 Adrian Fernandez, Veda Pratama pun Naik Peringkat

Back to top button