Site icon Jernih.co

Pasca-Tewasnya Khamenei, Tiga Pejabat Tinggi Pimpin Masa Transisi di Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri protes menyusul serangan AS terhadap situs nuklir Iran, Minggu 22 Juni 2025 (Foto: AP)

JERNIH – Pemerintah Iran bergerak cepat mengisi kekosongan kepemimpinan tertinggi setelah Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Untuk menjaga stabilitas negara, tiga pejabat tinggi ditunjuk untuk memimpin Iran selama masa transisi.

Mengutip laporan kantor berita AFP dan media lokal Iran, ketiga tokoh yang akan mengawasi jalannya pemerintahan tersebut yakni Masoud Pezeshkian (Presiden Iran), Gholamhossein Mohseni Ejei (Kepala Kehakiman) dan Pejabat Senior dari Dewan Hukum Negara. Panel kepemimpinan kolektif ini dibentuk untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di tengah situasi keamanan yang sangat kritis.

Kematian Ali Khamenei telah dikonfirmasi oleh media resmi Iran, Tasnim dan Fars News Agency. Serangan rudal yang diluncurkan pada Sabtu pagi tersebut tidak hanya menewaskan sang Pemimpin Tertinggi, tetapi juga merenggut nyawa putri, menantu, serta cucunya.

Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. Ia menyatakan bahwa AS dan Israel bekerja sama secara intensif dengan mengerahkan sistem intelijen serta pelacak paling canggih untuk mengincar posisi Khamenei.

Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Iran resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta penetapan tujuh hari libur nasional. Asap tebal masih terlihat menyelimuti pusat kota Teheran akibat ledakan di beberapa titik strategis yang juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dari kalangan sipil.

Situasi regional kini berada di ambang perang terbuka setelah Iran melakukan serangan balasan. Teheran dilaporkan telah meluncurkan rentetan rudal ke wilayah Israel serta menyasar sejumlah instalasi militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah.

Dunia internasional kini memantau ketat langkah yang akan diambil oleh triumvirat pemimpin transisi Iran, apakah mereka akan memilih jalur eskalasi lebih lanjut atau upaya stabilisasi diplomatik di tengah duka nasional.

Exit mobile version