Site icon Jernih.co

Pasukan Israel Kian Mencengkeram Suriah, Memasuki Kota-kota dan Memperkuat Pos-pos Militer

Foto: Getty

JERNIH – Pasukan Israel melanjutkan serangan ke Suriah memasuki Desa al-Razaniyah dan Sayda al-Hanout di pedesaan selatan Quneitra. Israel telah meningkatkan serangannya ke wilayah Suriah sejak penggulingan Bashar al-Assad pada bulan Desember.

Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa konvoi empat kendaraan militer mendirikan pos pemeriksaan militer antara kedua desa dan menahan seorang distributor roti lokal, yang kemudian dibebaskan. Kemarin, pasukan Israel maju menuju kota al-Hamidiyah, juga di Kegubernuran Quneitra, tempat tentara telah melakukan penggalian dan mendirikan pangkalan militer.

Dua tank Israel bergerak menuju kota itu, sehari setelah patroli militer yang terdiri dari enam kendaraan mencapai perimeter pos pemeriksaan lama antara kota Jaba dan Khan Arnabah serta Jalan Al-Salam selatan. Badan tersebut mencatat bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran Perjanjian Pelepasan 1974 antara Damaskus dan Tel Aviv.

Pada hari Jumat, para aktivis membagikan rekaman yang direkam oleh seorang tentara Israel yang berinteraksi dengan anak-anak setempat saat memasuki kota tersebut. Video lain juga telah muncul, termasuk video seorang tentara yang menggendong anak-anak dan berpose bersama mereka.

“Kehadiran tentara bersama anak-anak merupakan upaya untuk memanusiakan keberadaan dan aktivitas pasukan pendudukan, padahal mereka melakukan penggerebekan, penangkapan, dan pos pemeriksaan yang mencegah penduduk mengakses lahan pertanian mereka,” ujar seorang penduduk setempat kepada Al-Araby Al-Jadeed .

Pada bulan Juni, pasukan Israel menghancurkan 15 rumah di Al-Hamidiyah, dengan alasan lokasinya terlalu dekat dengan pangkalan militer yang mereka dirikan di sana. Pasukan Israel secara rutin melakukan penggerebekan ke kota-kota di sepanjang perbatasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki, meratakan tanah dan menyerbu rumah-rumah dengan dalih mencari senjata.

Protes berulang kali oleh Damaskus tidak menghalangi serangan Israel, yang telah meningkat sejak penggulingan rezim Presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember.

Exit mobile version