Sang juara kini berjuang sembuh dari cedera bahu setelah kecelakaan di GP Mandalika silam. Ini adalah kecelakaan terberat kedua Marc Marquez.
JERNIH – Apa kabar Marc Marquez usai kecelakaan di GP Mandalika?
Cedera terbaru yang dialami Marc Marquez setelah bersenggolan dengan pembalap lain, Marco Bezzecchi, saat melakoni balapan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika meninggalkan masalah serius pada bahu kanan sang juara.
Marquez segera diterbangkan ke Spanyol untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis. Operasi Bahu yang pertama dilakukan sekitar Oktober 2025 di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid, oleh tim dokter spesialis di kota tersebut.
Prosedur bedah ini dilakukan untuk mengatasi masalah serius, yaitu patah tulang Coracoid (salah satu bagian tulang belikat di bahu) dan juga kerusakan atau robek pada ligamen acromioclavicular (ligamen bahu) di bahu kanannya. Tim dokter melakukan tindakan stabilisasi bedah dan perbaikan ligamen untuk memastikan bahu Marquez dapat pulih dengan sempurna.

Menurut keterangan dokter yang menangani, Dr. Angel Charte, cedera lama di tulang humerus (lengan atas) Marquez dipastikan tidak terpengaruh secara langsung oleh insiden ini. Namun, Dr. Charte juga menyebutkan bahwa ada satu sekrup lama pada humerus yang bengkok dan ikut diperbaiki dalam prosedur tersebut.
Marquez dipastikan absen di sisa musim 2025, meskipun ia telah mengunci gelar juara dunia di Motegi, Jepang. Perkiraan awal menyebutkan proses penyembuhan total dapat memakan waktu antara 4 hingga 16 minggu, tergantung pada perkembangan penyatuan tulang coracoid dan perbaikan ligamen. Keputusan untuk melewatkan Tes Valencia 2025 menunjukkan fokus Marquez adalah pemulihan total demi persiapan yang matang menghadapi musim MotoGP 2026.
Kecelakaan Sebelumnya
Cedera bahu 2025 bukanlah yang pertama. Sebelum ini, Marc Marquez menghadapi masa-masa paling sulit dalam kariernya karena serangkaian cedera dan operasi pada tulang humerus (lengan atas) kanannya yang dimulai dengan kecelakaan di GP Spanyol 2020 di Sirkuit Jerez. Perjuangan ini berlangsung selama dua tahun penuh dan memerlukan empat kali intervensi bedah.
Operasi ke-1 dan ke-2 berlangsung pada Juli – Agustus 2020. Awalnya, pada Juli 2020, Marquez menjalani operasi pertamanya di Hospital Universitari Dexeus, Barcelona, ditangani oleh Dr. Xavier Mir dan tim. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki patah tulang humerus kanan (transverse diaphyseal fracture) dengan memasang pelat titanium. Namun, komplikasi muncul setelah pelat tersebut patah, memaksanya menjalani operasi kedua sebulan kemudian untuk mengganti pelat yang rusak.
Komplikasi terburuk muncul beberapa bulan kemudian. Pada 3 Desember 2020, ia harus menjalani operasi ketiga yang sangat kompleks di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid. Tim dokter yang dipimpin oleh Dr. Samuel Antuña dan tim spesialis lainnya menemukan adanya Pseudarthrosis yang terinfeksi (infeksi pada tulang dan kegagalan penyatuan tulang).
Dalam prosedur yang memakan waktu sekitar delapan jam ini, tim dokter melakukan pengangkatan pelat lama yang terinfeksi. Kemudian penempatan pelat baru. Dan, melakukan pencangkokan tulang (bone graft) dari krista iliaka (pinggul) Marquez sendiri untuk merangsang penyembuhan tulang.
Operasi ini mewajibkan Marquez absen di awal musim 2021 dan memicu masa pemulihan intensif yang sangat panjang.
Pada Juni 2022 dilakukan lagi operasi ke-4 untuk memperbaiki rotasi lengan. Ia melaporkan rasa sakit dan kesulitan menggerakkan lengan dengan baik. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa tulang humerusnya telah menyatu dengan posisi rotasi yang tidak tepat (mal-rotasi), yang sangat membatasi kekuatannya saat berkendara.
Kala itu Marquez terbang ke Amerika Serikat untuk menjalani Operasi ke-4 di Mayo Clinic, Minnesota. Prosedur ini, yang dipimpin oleh Dr. Joaquin Sanchez Sotelo, dikenal sebagai osteotomi rotasi humerus—memotong dan memutar tulang humerus di sepanjang sumbu panjangnya untuk mengoreksi posisi. Operasi ini berhasil menghilangkan rasa sakit kronis dan mengembalikan posisi lengan yang benar, membantunya kembali ke performa terbaiknya hingga meraih gelar dunia di musim 2025.(*)
BACA JUGA: Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2025, dari Alien ke Strategist