- Pelatih Argentina Lionel Scaloni dan kiper Inggris Jordan Pickford telah mendesak para pendukung untuk fokus pada pertandingan, menekankan bahwa persaingan harus tetap berada di lapangan.
JERNIH — Kepolisian Atlanta dikabarkan memperketat pengamanan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris-Argentina, yang berpotensi menimbulkan bentrok antar-supporter.
FIFA mengadakan pertemuan dengan Biro Penyelidik Federal (FBI), dan penegak hukum setempat. Kepolisian Atlanta mengumumkan peningkatan kehadiran personel di seluruh kota, terutama di sekitar Stadion Mercedez-Benz, hotel tempat kedua tim menginap, dan area berkumpul penggemar.
Inggris dan Argentina tak pernah bertemu dalam 20 tahun terakhir. Kedua tim kali terakhir bertemu tahun 2005 dalam laga persahabatan di Stadion Jenewa, Swiss. Saat itu Inggris menang 3-2. Lionel Messi. yang masih berusia 18 tahun, tidak bermain akibat terkena kartu merah pada pertandingan di Hongaria.
Para pejabat juga telah memperkenalkan pintu masuk stadion terpisah dan zona penggemar yang ditentukan untuk pendukung masing-masing tim. Meskipun tiket belum sepenuhnya dipisahkan, alokasi resmi Inggris dan Argentina sekitar 8.000 kursi masing-masing akan ditempatkan di ujung stadion yang berlawanan. Pihak berwenang memperkirakan puluhan ribu pendukung dari kedua negara akan datang ke Atlanta.
Persaingan ini meluas jauh melampaui sepak bola. Ketegangan antara Inggris dan Argentina meningkat akibat Perang Falkland 1982, ketika kedua negara terlibat konflik selama sepuluh minggu memperebutkan kepulauan Atlantik Selatan, yang di Argentina dikenal sebagai Islas Malvinas. Meskipun pertemuan antara kedua tim nasional telah lama memiliki bobot yang cukup besar, konflik tersebut memberikan dimensi politik dan emosional tambahan pada pertemuan selanjutnya.
Tidak ada pertandingan yang lebih menggambarkan sejarah itu selain perempat final kedua tim di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Kapten Argentina, Diego Maradona, mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1, pertama-tama mengirimkan bola ke gawang dan populer sebagai gol ‘Tangan Tuhan’ sebelum menghasilkan salah satu gol individu terhebat dalam sejarah sepak bola, melewati lima pemain Inggris dan kiper Peter Shilton.
Maradona mengatakan bahwa gol pembuka dicetak “sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan.” Gol keduanya secara luas dianggap sebagai salah satu gol terbaik yang pernah dicetak di turnamen.
Semifinal hari Rabu juga memiliki makna tambahan karena ini bisa menjadi pertemuan terakhir Messi dengan Inggris di panggung sepak bola terbesar. Kapten Argentina, yang memimpin negaranya meraih gelar juara tahun 2022, berupaya kembali tampil di final saat ia mengakhiri karier terhebat dalam olahraga ini.
Kedua kubu berupaya meredakan ketegangan sebelum pertandingan dimulai. Pelatih Argentina Lionel Scaloni dan kiper Inggris Jordan Pickford telah mendesak para pendukung untuk fokus pada pertandingan, menekankan bahwa persaingan harus tetap berada di lapangan.
