JERNIH – Pasar keuangan domestik merespons dinamis langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Senin (10/8/2026).
Penyerahan Surat Presiden (Surpres) tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai berkoordinasi dengan Pimpinan DPR RI, Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung Parlemen.
Pencalonan Destry—yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI—memberikan sinyal kepastian kebijakan (policy certainty) yang langsung direspons positif oleh pasar uang, meski pasar saham harus mengalami koreksi teknis.
Di pasar valuta asing, mata uang garuda mengamuk positif. Kurs rupiah ditutup melonjak 0,79 persen ke level Rp17.755 per dolar AS, mengabaikan indeks dolar AS yang sejatinya menguat tipis 0,11 persen ke level 99,64.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai, penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal memberikan kepastian figur yang paham betul dengan stabilitas moneter nasional.
“Respons positif rupiah dipicu oleh masuknya Surpres nama Destry Damayanti ke DPR. Sosoknya dipandang pasar mampu menjaga kontinuitas stabilitas nilai tukar di tengah dinamika eksternal,” ujar Ibrahim.
Selain faktor kepemimpinan BI, pasar juga tengah mencermati rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 yang berada di level 116,8—meski mengalami penurunan tipis secara tiga bulan beruntun, posisinya masih berada di zona optimistis (>100). Ibrahim memproyeksikan rupiah masih berpeluang menguat di rentang Rp17.700 – Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan besok.
IHSG Melemah 0,69% Tertekan Saham Energi dan Telko
Berbeda dengan pasar uang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,69 persen ke level 6.365,37. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak fleksibel pada rentang 6.362,76 hingga 6.462,74 dengan catatan 306 saham menguat, 340 saham melemah, dan 317 saham stagnan.
| Top Losers (LQ45) | Perubahan (%) | Harga Penutupan | Top Gainers (LQ45/Key Stocks) | Perubahan (%) | Harga Penutupan |
| CUAN (Petrindo Jaya) | -4,05% | Rp710 | ESSA (ESSA Industries) | +7,87% | Rp685 |
| BRPT (Barito Pacific) | -3,63% | Rp1.860 | MDKA (Merdeka Copper) | +3,40% | Rp3.040 |
| INDY (Indika Energy) | -3,33% | Rp2.610 | HRTA (Hartadinata Abadi) | +2,33% | Rp2.200 |
| TLKM (Telkom Indo) | -3,32% | Rp2.620 | UNTR (United Tractors) | +1,58% | Rp24.050 |
| ISAT (Indosat) | -3,23% | Rp2.100 | MAPI (Mitra Adiperkasa) | +1,25% | Rp1.625 |
Pelemahan IHSG sebagian besar dipicu oleh aksi lepas saham pada emiten sektor pertambangan, energi, dan telekomunikasi, sementara saham berorientasi komoditas emas dan konsumer ritel seperti MDKA, HRTA, dan MAPI masih sanggup menahan laju penurunan indeks.
