- Elon Musk dari SpaceX, yang juga pernah mengalami ledakan roket, menyampaikan belasungkawa. “Saya turut prihatin, semoga Anda cepat pulih,” katanya kepada Blue Origin melalui X.
JERNIH — Roket Blue Origin milik Jeff Bezoz, Kamis 28 Mei, meledak di landas luncur saat uji coba, mengguncang rumah-rumah di sekitarnya dan mewarnai langit dengan warna oranye.
Pejabat di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral mengatakan rokt New Glenn meledak selama uji coba pembakaran mesin jelang pelucuran yang direncanakan pekan depan.
“Masih terlalu dini untuk tahu penyebab utama ledakan, tapi kami berupaya menemukannya,” kata Jeff Bezos melalui X. “Hari yang sangat berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang.”
Rumah-rumah di Cape Canaveral dan Cocoa Beach di dekatnya berguncang sekitar pukul 9 malam, dan warga beralih ke media sosial untuk bertanya-tanya apa yang terjadi. Kompleks Peluncuran 36 terlihat dari pantai, dan internet dengan cepat dipenuhi foto-foto bola api oranye.
Roket tersebut seharusnya diluncurkan minggu depan dengan satelit internet yang merupakan bagian dari konstelasi Amazon Leo di orbit.
Roket New Glenn yang besar berhenti beroperasi April lalu, setelah meninggalkan satelit di orbit yang salah karena kegagalan mesin. Itu penerbangan ketiga New Glenn, yang rencananya digunakan Blue Origin meluncurkan wahana pendarat ke Bulan untuk NASA, termasuk wahana pendarat yang akan membawa astronot ke permukaan Bulan.
Blue Origin sebelumnya dijadwalkan meluncurkan prototipe wahana pendarat Bulan dalam uji penerbangan musim gugur ini. Awal pekan ini, NASA memberikan kontrak senilai ratusan juta dolar kepada Blue Origin untuk meluncurkan sepasang kendaraan penjelajah Bulan dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian program Artemis.
“Penerbangan luar angkasa itu tidak kenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran muatan berat yang baru sangatlah sulit,” kata Administrator NASA Jared Isaacman melalui X.
Ia berjanji akan memberikan informasi tentang dampak apa pun terhadap program Artemis, termasuk pangkalan Bulan yang baru-baru ini ia uraikan.
Tim darurat tetap berada di lokasi lebih dari satu jam setelah ledakan. Para pejabat menekankan bahwa tidak ada ancaman akibat asap atau potensi bahaya lainnya.
Para pejabat Angkatan Luar Angkasa mengatakan ledakan tersebut tidak akan memengaruhi peluncuran mendatang oleh perusahaan lain dari landasan peluncuran lainnya. Roket Atlas V milik United Launch Alliance dijadwalkan lepas landas Jumat malam dengan membawa sejumlah satelit Amazon Leo, jenis satelit yang sama yang seharusnya diangkut oleh roket ini.
Elon Musk dari SpaceX, yang juga pernah mengalami ledakan roket, menyampaikan belasungkawa. “Saya turut prihatin, semoga Anda cepat pulih,” katanya kepada Blue Origin melalui X.
Dengan ketinggian 321 kaki (98 meter), New Glenn membuat debutnya tahun 2025. Roket ini dinamai menurut John Glenn, orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi, dan jauh lebih besar serta lebih kuat daripada roket New Shepard yang telah membawa wisatawan ke pinggiran ruang angkasa dari Texas.
