Menghadapi Atalanta yang memegang status mentereng sebagai satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions, I Neroverdi justru berhasil keluar sebagai pemenang melalui drama yang menguras air mata dan keringat.
WWW.JERNIH.CO – Kemenangan Sassuolo atas Atalanta pada pekan ke-27 Serie A musim 2025/2026 punya catatan penting buat karir bagi Jay Idzes. Bermain di Stadion Mapei pada Minggu, 1 Maret 2026, laga ini menjadi panggung pembuktian bagi bek Timnas Indonesia tersebut yang kini telah menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang I Neroverdi.
Menghadapi Atalanta—yang secara mengejutkan menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di babak 16 besar Liga Champions musim ini—Sassuolo berhasil menang dengan skor tipis 2-1 melalui perjuangan yang sangat heroik.
Pertandingan ini berjalan penuh drama sejak peluit pertama dibunyikan. Sassuolo harus menerima kenyataan pahit ketika penyerang andalan mereka, Andrea Pinamonti, diganjar kartu merah langsung pada menit ke-16. Bermain dengan sepuluh orang melawan tim sekelas Atalanta yang sedang dalam tren positif di Eropa tentu menjadi ujian berat bagi pertahanan Sassuolo.
Namun, di sinilah kepemimpinan Jay Idzes diuji. Meski sempat mendapatkan kartu kuning di awal laga akibat pelanggaran terhadap Nicola Zalewski, pemain yang akrab disapa “Bang Jay” ini tampil sangat disiplin. Ia berhasil mengomandoi lini belakang bersama duetnya, Tarik Muharemovic, untuk meredam gempuran bertubi-tubi dari tim asuhan Raffaele Palladino tersebut.
Sassuolo justru mampu mengejutkan tim tamu lewat gol pembuka dari Ismael Kone pada menit ke-23. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Atalanta terus menekan dengan keunggulan jumlah pemain. Memasuki babak kedua, intensitas serangan Atalanta semakin meningkat, namun Jay Idzes mencatatkan statistik yang luar biasa.
Sepanjang laga, ia melakukan 6 sapuan krusial dan satu intersep penting. Salah satu momen paling berkesan adalah blok heroik yang ia lakukan terhadap tembakan Nikola Krstovic di masa injury time.
Pengorbanan fisik tersebut membuat Idzes sempat merintih kesakitan, namun aksinya memastikan gawang Sassuolo tetap aman dari gol penyeimbang setelah sebelumnya Kristian Thorstvedt menggandakan keunggulan menjadi 2-0 dan Yunus Musah sempat memperkecil ketertinggalan bagi Atalanta.
Media-media Italia, termasuk Sassuolo News, memberikan pujian setinggi langit dengan memberikan rating 7 untuk penampilan Idzes. Ia disebut sebagai salah satu pembelian terbaik Sassuolo musim ini setelah didatangkan dari Venezia dengan nilai transfer sekitar Rp158 miliar.
Kemenangan ini sekaligus membawa Sassuolo naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara Serie A dengan 38 poin, semakin mendekatkan mereka ke zona kompetisi Eropa. Bagi Jay Idzes, mampu menumbangkan Atalanta yang merupakan “benteng terakhir” Italia di Liga Champions membuktikan bahwa kualitasnya kini telah sejajar dengan pemain-pemain elit di kasta tertinggi sepak bola Italia.(*)
BACA JUGA: Gianluca Scamacca dan Asa Italia di Panggung Liga Champions 2026
