Sherina Munaf Panggul Selang 10 Kg, Terjang Pekatnya Asap Karhutla Demi Orangutan

JERNIH — Asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kalimantan Tengah tidak menyurutkan langkah Sherina Munaf. Aktris sekaligus aktivis lingkungan ini memilih melepas atribut keartisannya dan turun langsung ke titik api untuk memadamkan kebakaran serta meninjau ancaman habitat satwa langka.
Momen perjuangan tersebut dibagikan Sherina melalui akun Instagram pribadinya, @sherinamunaf. Ia tak sekadar berkunjung, melainkan ikut memanggul selang pemadam seberat 10 kilogram di medan hutan yang membara.
Sensasi mencekamnya karhutla bahkan sudah ia rasakan sejak berada di dalam kabin pesawat menuju Palangka Raya. Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut asap tebal sempat menyulitkan proses pendaratan.
“Dan itu bukan awan, itu adalah asap. Bau asapnya bahkan sampai masuk ke dalam kabin pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena tenggorokan lama-lama gatal,” ungkap Sherina menceritakan pengalamannya.
Setibanya di lokasi, Sherina langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta tim pemadam lapangan untuk menyerahkan bantuan logistik.
Ia juga terjun ke wilayah Tambore, salah satu titik kritis di mana api kerap kembali muncul (re-ignition) meski sudah sempat dipadamkan. Di sana, ia menyaksikan sendiri perjuangan para petugas lapangan yang bekerja hingga dini hari demi menggali sumur buatan untuk mencari sumber air.
Selain ancaman langsung dari kobaran api, perhatian utama Sherina tertuju pada nasib sekitar 200 ekor orangutan yang berada di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng. Paparan asap pekat berisiko tinggi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada satwa lindung tersebut.
Bagi Sherina, perjuangan mengatasi karhutla tidak boleh selesai begitu asap menipis. Pemulihan ekosistem hutan yang hangus memerlukan proses panjang dan komitmen berkelanjutan dari semua pihak.
Guna mendorong pemulihan tersebut, ia juga terlibat dalam aksi restorasi lahan secara langsung, mulai dari mencangkul tanah yang rusak hingga menanam bibit pohon baru.
melalui aksinya, Sherina ingin mengingatkan publik bahwa bencana karhutla bukan sekadar soal angka titik panas (hotspot), melainkan pertaruhan nyata bagi kesehatan warga, keselamatan satwa endemic, dan masa depan paru-paru dunia.






