- Di Israel, Druze terlibat dalam militer dan kepolisian. Beberapa dari mereka dari mereka memiliki kedekatan dengan pemimpin Israel.
- Israel menyebut pemerintah baru Suriah sebagai jihadis. Berdalih melindungi Druze, Israel tidak akan membiarkan Suriah stabil dan kuat.
JERNIH — Setelah Bashar Assad tumbang, Israel seharusnya tak punya alasan apa pun untuk mengobrak-abrik Suriah. Ternyata, negari Yahudi itu punya alasan baru untuk ikut campur dalam kekerasan di Suriah, yaitu melindungi Druze — minoritas keagamaan sangat penging dalam politik Timur Tengah.
Terakhir, Israel menyerang pasukan Suriah dengan alasan melindungi militan Druze yang sedang bertempur melawan milisi Bedouin. Israel menggempur markas besar militer Suriah dan sejumlah posisi lainnya. Druze menjadi besar kepala, yang membuat pemerintah baru Suriah menciptakan pemerintahan yang stabil.
Druze tidak hanya minoritas di Suriah, tapi juga di Israel, Yordania, Lebanon, dan Dataran Tinggi Golan. Khusus di Dataran Tinggi Golan, Druze selama bertahun-tahun menyatakan setia kepada pemerintah Suriah di bawah Bashar Assad meski wilayah mereka diduduki Israel. Pemerintah Israel berupaya membujuk mereka agar mengakui kekuasaan Yahudi, tapi Druze kerap menolak.
Siapakah Druze?
Druze adalah orang Arab penganut agama yang berasal sari dari Shiah Ismailia. Mereka monoteis, yang menggabungkan unsur-unsur filsafat dan agama-agama lain yang berkembang di sekeliling mereka. Mereka percaya reinkarnasi, dan menjaga kerahasiaan praktik keyakinan mereka.
Muslim Sunni garis keras menganggap mereka sesat. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, mantan anggota Al Qaeda, menyebut mereka bagian dari struktur Suriah dan berjanji melindungi hak-hak mereka.
Di Mana Druze Tinggal?
Di Suriah, populasi Druze terkonsentrasi di Sweida == yang berbatasan dengan Yordania — dan Quneitra, dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Mereka juga tinggal di Jaramana, pinggiran Damaskus.
Di Israel, Druze tinggal di Golan. Di Lebanon, Druze terkonsentrasi di Chouf dan Aley, wilayah pegunungan, dan Hasbaya di selatan Lebanon.
Bagaimana Mereka Berperan dalam Politik?
Di Israel, populasi Druze mencapai 150 ribu. Mereka aktif di kepolisian dan militer Israel dan terlibat dalam pembantaian di Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Di antara mereka ada yang mencapai pangkat tertinggi, yang berarti suara mereka tidak dapat diabaikan oleh pemimpin politik Israel.
Dari 150 ribu Druze di Israel, hanya 20 ribu — terutama mereka yang tinggal di Dataran Tinggi Golan — yang mengidentifikasi diri sebagai orang Suriah dan memiliki hubungan dekat dengan Druze di Lebanon dan Suriah.
Druze Israel memimta pemimpin negara Yahudi untuk melindungi Druze di Suriah. Seruan itu direspon pemerintah Israel dengan menyerang militer Suriah.
Populasi Druze di Suriah diperkirakan satu juta. Mereka juga memprotes kepemimpinan Bashar Assad, tapi tak pernah berkonflik. Alasannya, Druze dan Bashar Assad punya kepentingan sama, yaitu menumpas pemberontakan mayoritas Sunni.
Setelah Bashar Assad terguling, gesekan dengan otoritas — yang notabene Muslim Sunni — tak terhindarkan dan memicu beberapa pertempuran. Di tubuh komunitas Druze terjadi perpecahan. Beberapa pemimpin mendesak akomodasi dengan Damaskus, tapi Sheik Hikmat al-Hajari — pemimpin militan Druze — mendesak perlawanan terhadap pasukan pemerintah dan memohon PM Israel Benjamin Netanyahu membantu.
Walid Djumblatt, pemimpin Druze di Lebanon, mengkritik pendekatan al-Hajari. Menurutnya, Israel tidak akan pernah melindungi Druze Suriah. Djumblatt juga memperingatkan agar tidak meminta perlindungan internasional. Yang terbaik bagi Druze Suriah, kata Djumblatt, adalah persatuan nasional Suriah.
Apa yang Mendorong Intervensi Israel?
Israel menggambarkan pemerintahan baru Suriah sebagai ancaman jihadis, dan Tel Aviv tidak akan mengizinkan pengerahan pasukan Isrel ke selatan. Suriah yang stabil, dengan semua etnis keagamaan bersatu, adalah ancaman bagi masa depan Israel.
Israel dipastikan akan terus membuat Suriah bergolak.Jika saat ini Israel berdalih melindungi Druze, bukan tidak mungkin kelak mereka akan melindungi Alawites — minoritas keagamaan yang bertahun-tahun memusuhi mereka.