JERNIH – Harga emas melesat tajam ke level tertinggi dalam satu bulan terakhir pada perdagangan Rabu. Penguatan signifikan ini dipicu oleh optimisme pasar pasar modal global terhadap potensi de-eskalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pasca-konflik lima bulan dengan Iran yang sempat melumpuhkan jalur energi global.
Data Reuters mencatat harga emas di pasar spot melonjak 2,2% ke level $4.164,13 per ouns—posisi puncak sejak 7 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melambung 1,7% mencapai $4.223,60 per ouns.
Rally harga logam mulia ini terakselerasi setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya diskusi “sangat positif” dengan pihak Iran. Kendati demikian, Teheran secara tegas menepis klaim negosiasi langsung tersebut.
Otoritas Iran menegaskan bahwa komunikasi diplomasi yang berjalan saat ini murni berupa pembahasan dengan Oman terkait pengaturan navigasi komersial di Selat Hormuz, bukan kompromi di bawah tekanan militer Washington.
Meskipun terdapat perbedaan klaim politik, para pelaku pasar keuangan global menafsirkan retorika Washington sebagai indikasi kuat bahwa AS sedang mencari jalan keluar (exit strategy) dari perang yang telah memicu lonjakan harga minyak global dan inflasi domestik di AS.
“Muncul sinyal yang kian kuat menuju kesepakatan gencatan senjata di Teluk. Hal ini menekan yield Obligasi Pemerintah AS seiring meredanya kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik aset non-imbal hasil seperti emas,” ujar Jamie Dutta, Analis Pasar di Nemo.money.
Peluang terbukanya kembali jalur pelayaran Teluk menurunkan yield obligasi acuan 10-tahun AS (US Treasury) ke level terendah dalam sepekan. Pelemahan indeks Dolar AS turut membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
| Aset Komoditas / Indikator | Pergerakan Harga per Rabu | Posisi / Catatan Rekor |
| Emas Spot | +2,2% ($4.164,13 / oz) | Tertinggi sejak 7 Juli |
| Emas Berjangka AS | +1,7% ($4.223,60 / oz) | Penguatan signifikan harian |
| Perak Spot | +3,3% ($61,49 / oz) | Level tertinggi sebulan terakhir |
| Platina | +1,1% ($1,753,84 / oz) | Puncak tertinggi sejak pertengahan Juni |
| Paladium | +1,6% ($1,375,15 / oz) | Puncak tertinggi dalam dua bulan |
Sinyal de-eskalasi geopolitik turut mengubah ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed). Berdasarkan instrumen CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September merosot menjadi 59%, turun dari posisi 67% pada hari sebelumnya.
Para investor kini mengalihkan perhatian pada rilis data tenaga kerja AS—termasuk laporan ADP Employment dan data Non-Farm Payrolls (NFP) periode Juli—untuk membaca arah kebijakan suku bunga acuan selanjutnya.
“Kekhawatiran terhadap kredibilitas The Fed kemungkinan akan mereda seiring penyesuaian suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Tren tersebut berpotensi menekan kembali harga emas ke bawah level $4.000 per ouns sebelum akhir tahun ini,” prediksi Hamad Hussain, Ekonom Komoditas di Capital Economics.
