Jernih.co

Sony Xperia 10 VIII Resmi Meluncur, Ini 10 Keunggulannya

Sony Xperia 10 VIII hadir dengan pendekatan yang tak biasa di tengah persaingan smartphone 2026. Sony mempertahankan fitur yang semakin langka seperti jack audio 3,5 mm dan microSD, sekaligus membawa layar OLED 120 Hz.

WWW.JERNIH.CO  – Sony kembali memperbarui lini smartphone kelas menengahnya melalui Sony Xperia 10 VIII, yang resmi diperkenalkan pada 25 Agustus 2026. Namun, jangan berharap Xperia 10 VIII hadir sebagai smartphone dengan perubahan besar di sektor chipset, kamera, atau kapasitas baterai. Sony justru mengambil strategi yang cukup unik: mempertahankan sebagian besar fondasi Xperia 10 VII, lalu berkonsentrasi pada pengalaman penggunaan sehari-hari.

Strategi ini membuat Xperia 10 VIII menjadi produk yang menarik untuk dianalisis. Di satu sisi, beberapa spesifikasinya terlihat tidak berubah. Di sisi lain, Sony memperbaiki bagian-bagian yang memang berpengaruh langsung terhadap pengalaman pengguna, seperti visibilitas layar di luar ruangan, kualitas speaker, software, dan kemudahan pembayaran. Sony membanderolnya mulai Rp 13 jutaan dengan ketersediaan global mulai pertengahan hingga akhir September 2026, meskipun harga dan jadwal berbeda menurut negara.

Berikut 10 hal yang membuat Sony Xperia 10 VIII berbeda dan unggul.

Layar 120 Hz yang kini jauh lebih terang

Salah satu peningkatan paling penting terdapat pada layar. Xperia 10 VIII menggunakan panel OLED 6,1 inci beresolusi 1080 × 2340 piksel dengan refresh rate 120 Hz. Secara ukuran dan resolusi, spesifikasinya masih sama dengan Xperia 10 VII.

Yang berubah adalah tingkat kecerahannya. Sony mengklaim layar Xperia 10 VIII sekitar 50% lebih terang dibandingkan generasi sebelumnya. Ini bukan peningkatan yang sekadar bagus di lembar spesifikasi, karena kecerahan lebih tinggi sangat terasa ketika smartphone digunakan di bawah sinar matahari.

Bagi pengguna yang sering membuka Google Maps, membaca pesan, mengambil foto, atau melihat media sosial di luar ruangan, peningkatan ini jauh lebih relevan dibandingkan sekadar menambah resolusi layar.

Tetap ringan meski membawa baterai 5.000 mAh

Xperia 10 VIII memiliki bobot sekitar 168 gram dengan baterai 5.000 mAh. Kombinasi tersebut menjadi salah satu karakteristik paling menarik dari seri Xperia 10.

Banyak smartphone modern semakin berat karena menggunakan baterai besar, kamera besar, dan material yang semakin kompleks. Sony mengambil arah berbeda dengan mempertahankan bodi yang relatif ringan dan mudah dibawa.

Ini membuat Xperia 10 VIII menarik untuk pengguna yang tidak menyukai smartphone “bongsor”.

Baterai dirancang untuk pemakaian jangka panjang

Kapasitas 5.000 mAh memang bukan sesuatu yang unik pada 2026. Yang menarik adalah pendekatan Sony terhadap umur baterai.

Sony mengklaim Xperia 10 VIII mampu bertahan hingga dua hari berdasarkan pola penggunaan tertentu. Lebih menarik lagi, Sony menyebut desain baterainya ditujukan untuk mempertahankan performa bahkan setelah penggunaan selama empat tahun.

Artinya, Sony tidak hanya menjual kapasitas baterai besar, tetapi mencoba membuat smartphone yang dapat digunakan lebih lama sebelum pengguna merasa perlu menggantinya.

Speaker stereo depan mendapat peningkatan nyata

Ini merupakan salah satu upgrade hardware yang benar-benar terasa.

Sony melakukan tuning ulang terhadap speaker stereo yang menghadap ke depan. Hasilnya, perusahaan mengklaim volume keseluruhan meningkat sekitar 15% dan bass lebih dari 30% lebih kuat dibandingkan Xperia 10 VII.

Penempatan speaker di bagian depan juga memiliki keuntungan ergonomis karena suara diarahkan lebih langsung kepada pengguna.

Bagi orang yang sering menonton YouTube, Netflix, TikTok atau mendengarkan podcast tanpa headphone, peningkatan audio ini bisa lebih berarti daripada peningkatan performa benchmark.

Jack headphone 3,5 mm masih dipertahankan

Inilah salah satu fitur yang membuat Xperia 10 VIII semakin berbeda.

Ketika sebagian besar produsen smartphone telah meninggalkan jack 3,5 mm, Sony masih mempertahankannya. Artinya pengguna dapat langsung memasang headphone kabel tanpa dongle USB-C. Xperia 10 VIII juga tetap menyediakan dukungan microSD.

Bagi audiophile, pengguna headphone kabel, atau mereka yang tidak ingin selalu mengisi daya earbud wireless, ini merupakan keunggulan praktis.

MicroSD hingga 2 TB memberikan fleksibilitas penyimpanan

Xperia 10 VIII menyediakan penyimpanan internal 128 GB, tetapi kapasitas tersebut dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 2 TB.

Ini menjadi semakin penting karena microSD mulai menghilang dari smartphone kelas menengah maupun flagship.

Pengguna dapat menyimpan foto, video, musik, dokumen, dan berbagai file berukuran besar tanpa harus langsung membeli varian storage yang lebih mahal atau bergantung sepenuhnya pada cloud.

Dengan kata lain, Xperia 10 VIII mempertahankan filosofi smartphone yang memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna.

Kamera 50 MP dengan OIS tetap menjadi andalan

Xperia 10 VIII menggunakan kamera utama 50 MP dengan sensor Exmor RS 1/1,56 inci dan optical image stabilization (OIS), dipadukan dengan kamera ultrawide 13 MP serta kamera depan 8 MP.

Menariknya, konfigurasi kamera ini pada dasarnya masih sama dengan Xperia 10 VII. Jadi, Sony tidak mencoba menjual Xperia 10 VIII dengan klaim bahwa kameranya mengalami revolusi.

Justru ini memperlihatkan strategi Sony: kamera yang sudah dianggap memadai dipertahankan, sementara sumber daya pengembangan diarahkan ke aspek pengalaman lain.

Namun, bagi pemilik Xperia 10 VII, ini juga berarti kamera bukan alasan utama untuk melakukan upgrade.

Android 16 dengan dukungan software yang panjang

Xperia 10 VIII hadir dengan Android 16 dan mendapatkan empat kali upgrade OS serta enam tahun pembaruan keamanan.

Ini menjadi salah satu keunggulan paling penting jika smartphone dilihat sebagai investasi jangka panjang.

Dukungan software yang panjang membuat pengguna tidak harus mengganti perangkat hanya karena sistem operasi sudah terlalu tua. Ditambah desain baterai yang diklaim mampu mempertahankan performa setelah empat tahun, Sony jelas mencoba memperpanjang siklus hidup Xperia 10 VIII.

Tombol power menjadi shortcut pembayaran dan reward

Sony juga memperkenalkan fitur yang disebut “Rewards & Pay”.

Dengan menekan tombol power dua kali, pengguna dapat mengakses aplikasi pembayaran maupun aplikasi reward yang sering digunakan.

Sekilas fitur ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru merupakan contoh bagaimana Sony memprioritaskan kemudahan penggunaan sehari-hari.

Daripada menambahkan fitur AI yang belum tentu digunakan semua orang, Sony memberikan shortcut untuk aktivitas yang memang sering dilakukan: membayar dan menggunakan program loyalty.

Xperia 10 VIII tidak mengejar perang spesifikasi

Inilah poin paling menarik sekaligus paling kontroversial.

Xperia 10 VIII tetap menggunakan Snapdragon 6 Gen 3, RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB. Bahkan konfigurasi kamera dan baterainya juga pada dasarnya sama dengan Xperia 10 VII.

Dengan demikian, Xperia 10 VIII bukanlah lompatan generasi dalam pengertian tradisional.

Justru di sinilah strategi Sony terlihat jelas: jangan mengubah sesuatu yang sudah bekerja dengan baik; perbaiki bagian yang paling sering dirasakan pengguna.

Masalahnya, strategi ini harus berhadapan dengan harga. Xperia 10 VIII diluncurkan dengan harga lebih mahal dari Xperia 10 VII sebelumnya saat diluncurkan. Kenaikan harga tersebut membuat nilai Xperia 10 VIII menjadi bahan perdebatan, terutama karena sebagian besar hardware intinya tetap sama.(*)

BACA JUGA: Rahasia iPhone 18 Pro Bocor! Hacker Sukses Bobol Tata Electronics

Exit mobile version