Crispy

Tentara Bolivia Pembunuh Ernesto ‘Che’ Guevara Meninggal Dunia

  • Teran Salazar masih ingat bagaimana Che Guevara menyuruhnya tenang, bidik, dan tembak.
  • Namanya baru mendunia setelah Paris Match menurunkan kisah pembunuhan itu.

JERNIH — Sersan Mario Teran Salazar, mantan sersan Angkatan Darat (AD) Bolivia yang diyakini sebagai pembunuh Che Guevara, meninggal dunia dalam usia 80 tahun.

Situs Ananova memberitakan Teran Salazar meninggal di sebuah rumah sakit di Santa Cruz de la Sierra di timur Bolivia. Ia tinggal di fasilitas kesehatan di tempat itu akibat usia tua.

Teran Salazar menderita komplikasi penyakit paru-paru dan menjalani tiga bulan peratawan intensif.

Lahir di Cochabamba, Bolivia tengah, Teran Salazar kali pertama menyita perhatian dunia tahun 1967 setelah majalah Paris Match menerbitkan fotonya.

Menurut majalan Prancis itu, Teran Salazar diperintah mengeksekusi Che setelah berbagai upaya penangkapan yang gagal. Che saat itu berusaha mengobarkan revolusi di Bolivia dan sekujur Amerika Selatan.

Bertahun-tahun kemudian Teran Salazar mengenang peristiwa itu dengan penyesalah. “Itu adalah momen terburuk dalam hidup saya. Saat itu Che orang besar, sangat besar, sangat besar. Matanya bersinar intens.”

“Saya merasa Che berada di atas saya. Ketika dia menatap mata saya, kepala saya pusing.

Teran Salazar masih belum lupa bagaimana Che menghadapi kematiannya. “Kepada saya dia mengatakan; tenang. bidik dengan baik. Kamu akan membunuh seorang pria,” ujar Teran Salazar mengulang-kata Che.

“Lalu saya mundur, menuju ambang pintu, memejamkan mata, dan menembak,” lanjut Teran Salazar.

Tahun 2014 Teran Salazar mengubah ceritanya. Kepada surat kabar Spanyol El Mundo Taran Salazar mengatakan bukan dia yang membunuh Che, tapi orang lain yang senama.

Teran Salasar menjalani kehidupan bijaksana dan jauh dari media. Ia meninggalkan seorang istri, dan lima anak.

Che Guevara meninggal pada 9 Oktober 1967 dalam usia 39 tahun. Ia adalah seorang dokter Argentina, lahir dari keluarga tuan tanah, dan berubah menjadi Marxis-Leninis.

Ia dikenang sebagai tokoh utama Revolusi Kuba yang dimulai 26 Juli 1953 dan berakhir 1 Januari 1959, dengan pembentukan pemerintah revolusioner pimpinan Fidel Castro.

Meski gagal mengobarkan revolusi di sekujur Amerika Selatan, Che adalah idola abadi kaum miskin di benua itu. Fotonya ada di setiap rumah penduduk miskin setiap negara Amerika Latin.

Namun, foto Che paling terkenal dibuat oleh Alberto Korda.

Back to top button