Site icon Jernih.co

Tragedi Live Streaming: Kreator Konten China Wang Yefei Meninggal Saat Siaran

Senyum di depan kamera, namun berpacu dengan maut di balik layar. Kematian mendadak Wang Yefei, ibu tunggal sekaligus kreator konten populer asal China, mengguncang jagat maya.

WWW.JERNIH.CO – Kematian tragis Wang Yefei, seorang kreator konten dan influencer asal China, mengguncang jagat maya dan memicu diskusi mendalam mengenai sisi gelap industri live streaming yang kian kompetitif.

Wang Yefei, yang dikenal luas oleh para penggemarnya dengan julukan “Sister Wang Zha” (Wang Zha Jie), mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 9 Maret 2026, setelah mengalami kolaps secara mendadak saat sedang melakukan siaran langsung di hadapan ribuan penontonnya.

Insiden memilukan ini bermula ketika Wang Yefei sedang melakukan rutinitas paginya, yaitu siaran langsung untuk menjual berbagai produk pakaian wanita. Sekitar setengah jam setelah siaran dimulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat, raut wajahnya tiba-tiba berubah.

Ia terlihat meringis kesakitan sambil memegang bagian kepala dan leher belakangnya. Dalam rekaman yang sempat beredar, ia sempat memberi tahu asisten dan staf di sekitarnya bahwa ia merasa sangat tidak enak badan. Meski sempat menepi sejenak dari kamera untuk dipijat oleh asistennya, kondisinya justru memburuk dengan cepat.

Dalam kepanikan, ia berteriak meminta stafnya segera menghubungi nomor darurat 120 (layanan ambulans di China). Sayangnya, meski telah dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong dan dokter menyatakan ia meninggal dunia akibat pendarahan batang otak (brainstem hemorrhage).

Kematian Wang Yefei adalah cerminan dari gaya hidup ekstrem yang sering dijalani oleh para pelaku industri ekonomi digital di China. Sebagai seorang ibu tunggal dari putri berusia empat tahun, Wang memikul beban tanggung jawab yang luar biasa besar.

Ia dilaporkan menjalankan hampir seluruh operasional bisnisnya sendirian, mulai dari kurasi produk, manajemen penjualan, pengemasan, hingga pengiriman barang. Untuk menjaga algoritma platform tetap memihak padanya dan mempertahankan sekitar 130.000 pengikut setianya, Wang secara rutin melakukan siaran langsung selama 7 hingga 10 jam setiap harinya.

Lebih memprihatinkan lagi, terungkap bahwa Wang Yefei hanya memiliki waktu tidur sekitar 4 hingga 5 jam setiap malam selama bertahun-tahun. Tekanan kerja yang konstan ini mulai menunjukkan gejala fisik yang serius sejak Tahun Baru Imlek beberapa minggu sebelumnya.

Ia sering mengeluh sakit kepala yang berulang, namun alih-alih beristirahat, ia justru mengandalkan obat penghilang rasa sakit dosis tinggi agar tetap bisa tampil prima di depan kamera. Teman-teman dekatnya menggambarkan Wang sebagai sosok yang “sangat membumi” dan tidak pernah mengeluh demi menjaga suasana ceria saat berinteraksi dengan para “saudari”—sebutan akrab bagi para pelanggannya.

Fenomena kematian akibat kelelahan luar biasa atau karoshi dalam industri siaran langsung ini telah menjadi isu nasional di China. Sebelum kasus Wang Yefei, beberapa kreator konten lain juga dilaporkan meninggal dunia karena alasan serupa—ada yang karena tantangan minum alkohol berlebihan (PK battles), makan berlebihan (mukbang), hingga jam kerja yang melampaui batas kemampuan fisik manusia.

Hal ini memicu desakan publik agar pemerintah dan platform media sosial segera menerapkan regulasi yang lebih ketat untuk melindungi kesehatan para kreator konten, agar tragedi seperti yang menimpa “Sister Wang Zha” tidak terus berulang demi sekadar mengejar angka penjualan dan popularitas.(*)

BACA JUGA: Grok Imagine Dituduh Bikin Konten Seksual Taylor Swift Tanpa Izin

Exit mobile version