- Mahasiswa yang tak berpenampilan Islami dengan memperpanjang janggut akan mendapat pengurangan nilai.
- Tidak ada yang bisa membantah, mempertanyakan, atau melawan pejabat kementerian.
JERNIH — Tukang cukur di Afghanistan berisiko dijebloskan ke penjara jika mencukur janggut pria terlalu pendek, menyusul keluarnya peraturan wajib menumbuhkan janggut lebih panjang dari kepalan tangan.
Khalid Hanafi, Menteri Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, mengatakan menumbuhkan janggut lebih panjang dari kepalan tangan adalah wajib. Ia juga mengatakan tanggung jawab pemerintah adalah membimbing bangsa agar memiliki penampilan sesuai syariah atau hukum Islam.
“Para pejabat yang bertugas mempromosikan kebajikan wajib menerapkan sistem Islam,” katanya.
Untuk memastikan aturan itu dipatuhi, pejabat lokal berpatroli di jalan-jalan kota. Di Propisi Gazni, demilian kantor berita AFP melaporkan, seorang tukang cukup berusia 30 tahun ditahan tiga malam setelah pejabat mengetahui salah satu karyawannya memberikan potongan rambut gaya Barat kepada seorang pelanggan.
“Awalnya, saya ditahan di aula yang dingin,” kata tukang cukur itu. “Kemudian, setelah saya bersikeras untuk dibebaskan, mereka memindahkan saya ke kontainer yang lebih dingin.”
Tukang cukur itu akhirnya dibebaskan tanpa dakwaan dan kembali bekerja. Jika patroli datang, tukang cukur itu akan lari bersembunyi bersama kliennya.
Menurut tukang cukur itu tidak ada yang bisa membantah, mempertanyakan, atau melawan pejabat kementerian. “Semua orang takut,” katanya.
Dalam beberapa kasus, tukang cukur maupun klien ditahan. Klien bisa cepat dibebaskan, tapi tidak dengan tukang cukur.
Tahun lalu, tiga tukang cukur di provinsi Kunar dipenjara selama tiga hingga lima bulan karena melanggar peraturan kementerian, menurut laporan PBB.
‘Ruang pribadi’
Bersamaan dengan peningkatan penegakan hukum, kementerian urusan agama juga mengeluarkan perintah lebih ketat. Dalam panduan delapan halaman untuk imam yang dikeluarkan November 2025, para pemimpin salat diminta mengkampanyekan bahwa mencukur janggut sebagai ‘dosa besar’.
Argumen kementerian urusan agama menentang pemangkasan janggut adalah dengan mencukur janggut, pria ‘berusaha terlihat seperti wanita.’ Perintah tersebut juga telah mencapai universitas—di mana hanya pria yang belajar karena wanita telah dilarang.
Seorang mahasiswa Universitas Kabul berusia 22 tahun mengatakan bahwa para dosen memperingatkan bahwa jika kami tidak memiliki penampilan Islami yang layak, yang mencakup janggut dan penutup kepala, mereka akan mengurangi nilai kami.
Di ibu kota Kabul, seorang tukang cukur berusia 25 tahun menyesalkan bahwa “ada banyak pembatasan” yang bertentangan dengan preferensi klien mudanya untuk cukuran yang lebih pendek.
“Tukang cukur adalah bisnis pribadi, janggut dan kepala adalah sesuatu yang pribadi, mereka seharusnya dapat memotong sesuai keinginan mereka,” katanya.
Hanafi telah menolak argumen itu, dengan mengatakan bulan lalu bahwa menyuruh pria menumbuhkan janggut sesuai syariat tidak dapat dianggap sebagai ‘mengganggu ruang pribadi.’
Kemerosotan Bisnis
Di Afghanistan, mayoritas penduduknya adalah Muslim yang taat, tetapi sebelum otoritas Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, penduduk kota-kota besar dapat memilih penampilan mereka sendiri.
Di daerah-daerah tempat para pejuang Taliban bertempur melawan pasukan yang didukung AS, para pria akan memelihara janggut, baik karena takut maupun karena pilihan.
Karena semakin sedikit pria yang memilih untuk bercukur pendek, tukang cukur berusia 25 tahun di Kabul itu mengatakan bahwa ia sudah kehilangan pelanggan.
Misalnya, banyak pegawai negeri sipil dulu merapikan rambut mereka beberapa kali seminggu, sekarang sebagian besar dari mereka memelihara janggut, mereka bahkan tidak datang selama sebulan,” katanya.
Seorang tukang cukur berusia 50 tahun di Kabul mengatakan bahwa patroli moral “mengunjungi dan memeriksa setiap hari.”
Dalam satu insiden bulan ini, tukang cukur itu mengatakan bahwa seorang petugas datang ke toko dan bertanya: “Mengapa Anda memotong rambut seperti ini?”
“Setelah mencoba menjelaskan bahwa dia masih anak-anak, dia berkata kepada kami: ‘Tidak, tata rambut Islami, bukan gaya rambut Inggris’.”
