Vidi Aldiano pemilik suara falsetto, pelantun Nuansa Bening, menutup mata. Tuntas sudah perjuangannya melawan kanker ginjal yang ia derita sejak 2019. Selamat jalan, Vidi….
WWW.JERNIH.CO – Penyanyi berbakat Oxavia Aldiano, atau yang lebih dikenal dengan nama Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Sabtu, 7 Maret 2026. Berita ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan sesama musisi, serta jutaan penggemarnya yang telah mengikuti perjuangan hidup sang penyanyi selama beberapa tahun terakhir.
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada usia 35 tahun setelah berjuang gigih melawan kanker ginjal stadium tiga. Penyakit ini pertama kali ia umumkan ke publik pada Desember 2019. Vidi sempat menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura, namun sel kanker tersebut kemudian ditemukan kembali dan telah mengalami metastasis atau penyebaran ke beberapa titik di tubuhnya.
Selama bertahun-tahun, suami dari aktris Sheila Dara ini menjalani berbagai metode pengobatan, mulai dari kemoterapi rutin setiap dua minggu, terapi radiasi, hingga detoksifikasi tubuh di Thailand. Kondisi kesehatannya sering kali mengalami pasang surut.
Pada akhir 2025, Vidi sempat mengumumkan untuk mengambil jeda (hiatus) dari panggung hiburan guna fokus penuh pada pemulihannya. Meskipun kondisi fisiknya sering menurun dan berat badannya sempat turun drastis hingga 10 kilogram, Vidi selalu dikenal sebagai sosok yang optimis dan tetap berusaha menyebarkan energi positif melalui media sosialnya.
Kepergian Vidi bukan hanya kehilangan seorang pejuang, tetapi juga kehilangan salah satu musisi pop terbaik Indonesia. Ia memulai kariernya pada tahun 2008 dengan album Pelangi di Malam Hari yang langsung melambungkan namanya. Suara falsetto-nya yang khas dan pembawaannya yang ramah membuat setiap lagu yang ia bawakan memiliki tempat tersendiri di hati pendengar.
Belakangan ia dikenal sebagai pelantun tembang milik Keenan Nasution bertajuk Nuansa Bening. Ini lagu debut yang merupakan cover dari Keenan Nasution, menjadi lagu paling ikonik sepanjang kariernya.
Ada Status Palsu yang merupakan salah satu hits terbesar yang mengukuhkan posisinya di industri musik pop. Tak ketinggalan Cemburu Menguras Hati, sebuah lagu galau yang sangat populer di awal tahun 2010-an.
Untuk sang istri tercinta tercipta tembang Dara. Lagu romantis yang ia ciptakan khusus untuk istrinya, Sheila Dara. Sementara sebuah lagu yang merefleksikan perjuangan hidup dan rasa syukurnya di tengah sakit berjudul Bertahan Lewati Senja.
Ia juga berlolaborasi apik bersama Prilly Latuconsina di lagu Tak Bisa Bersama. Juga dengan Andien membawakan Hingga Nanti. Lagu karyanya juga berkisah tentang sisi cerita dan optimisme seperti pada Definisi Bahagia.
Hingga saat-saat terakhirnya, Vidi Aldiano tidak ingin dikenal hanya karena penyakitnya. Ia sering menyebut penyakitnya sebagai “hadiah dari Tuhan” yang mengajarkannya arti kesabaran, keikhlasan, dan bagaimana menghargai setiap detik waktu bersama orang tersayang.
Kegigihannya dalam berkarya meski dalam keadaan sakit menjadi inspirasi bagi banyak orang yang juga sedang berjuang melawan penyakit kronis.
Kepergiannya hari ini menandai berakhirnya penderitaan fisik yang ia alami, namun karya-karyanya akan terus abadi dan tetap menjadi “Nuansa Bening” bagi musik Indonesia.
“Insya Allah Surga tempatmu. Udah gak sakit lagi sekarang, meski kepergianmu membuat kami semua kehilangan,” tulis Melly Goeslaw.
“Selamat jalan, Vidi Aldiano,” ketik Andi Rianto, komposer kawakan, disertai ikon bunga layu.(*)
BACA JUGA: Selamat Jalan Donny Fattah, Penjaga Nyawa Rock Indonesia
