- Ini merupakan sebuah fenomena langka yang hanya terjadi pada sekitar 1 dari 2.500 kasus.
- Kehamilan samar, sesuai namanya, adalah kehamilan tanpa petunjuk atau gejala yang biasanya jelas.
JERNIH – Bayangkan Anda masuk rumah sakit dengan keluhan sakit perut biasa, lalu 17 jam kemudian sudah mendekap seorang bayi. Inilah kisah luar biasa yang dialami Charlotte, wanita berusia 20 tahun asal Australia, yang kini viral di TikTok dengan akun @Charlotte-Maddison.
Kisahnya terdengar seperti adegan langsung dari drama medis ia baru tahu dirinya hamil, dan kurang dari 18 jam kemudian, ia melahirkan! “Saya mungkin sedikit panik, karena saya berpikir, ‘Tidak mungkin saya hamil,'” jelas Charlotte dalam videonya, seperti dilansir People.
Yang dialaminya adalah kehamilan samar (cryptic pregnancy), sebuah fenomena langka yang hanya terjadi pada sekitar 1 dari 2.500 kasus. Dalam kondisi ini, seorang wanita hamil tanpa menyadarinya, bahkan terkadang sampai proses persalinan dimulai.
Charlotte, yang rutin minum pil KB dan mengalami haid setiap bulan, menjelaskan bahwa tanda-tanda kehamilannya sangat samar. Ia hanya merasa sedikit berat badannya naik, hingga harus memakai dua ukuran celana jeans yang lebih besar. Namun, ia menganggapnya sebagai efek dari hubungannya yang sehat dan stres.
Semua baru terungkap ketika dokter umum yang memeriksa Charlotte melakukan tes kehamilan rutin, saat menyelidiki kemungkinan alergi makanan. Hasilnya? Positif! Bahkan pada tahap itu, dokternya masih menduga itu adalah kehamilan dini. Namun, hasil USG menceritakan kisah yang sangat berbeda: Charlotte bukan hanya hamil beberapa minggu, melainkan sudah 38 minggu dan empat hari!
Apa Itu Cryptic Pregnancy?
Kehamilan samar, sesuai namanya, adalah kehamilan tanpa petunjuk atau gejala yang biasanya jelas. Karena tidak ada perut yang membuncit secara signifikan, tidak ada telat haid, dan tidak ada morning sickness, tanda-tanda lain yang mencolok pun mudah terlewatkan.
Jenis kehamilan ini lebih mungkin terjadi pada kelompok tertentu, seperti wanita yang sedang menggunakan alat kontrasepsi, memiliki siklus haid tidak teratur, mendekati menopause, baru saja melahirkan, atau memiliki kondisi seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS).
Ada beberapa alasan mengejutkan mengapa ini bisa terjadi:
- Pendarahan ringan: Beberapa wanita terus mengalami pendarahan ringan selama kehamilan. Pendarahan implantasi bisa disalahartikan sebagai haid, terutama jika seseorang memang memiliki aliran haid yang ringan.
- Ukuran tubuh: Wanita dengan tubuh yang lebih besar mungkin tidak terlalu menyadari perubahan pada perut mereka.
- Kurangnya gejala: Ini adalah salah satu masalah utama dalam kondisi ini.
- Tes kehamilan tidak selalu akurat: Jika dilakukan terlalu dini atau tidak benar, tes kehamilan bisa melewatkan kehamilan sama sekali.
- Posisi plasenta: Jika plasenta berada di bagian depan, bisa menghambat gerakan janin, sehingga lebih sulit merasakan tendangan bayi.
Meski samar, ada beberapa gejala yang bisa Anda perhatikan: payudara terasa nyeri atau bengkak, flek ringan, mual atau muntah ringan, kelelahan atau pola tidur yang tidak biasa, kram atau kembung, sembelit, sering buang air kecil, dan tiba-tiba tidak menyukai makanan tertentu.
Kisah Charlotte menjadi pengingat bahwa tubuh manusia menyimpan banyak misteri. Siapa sangka, sakit perut bisa berakhir pada kehadiran anggota keluarga baru hanya dalam hitungan jam.