Yamaha Aerox-E adalah jawaban bagi konsumen yang menginginkan gaya hidup ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan gaya dan performa. Dengan torsi yang melimpah, desain sport yang melegenda.
WWW.JERNIH.CO – Yamaha, sebagai salah satu raksasa industri sepeda motor, tidak tinggal diam mengantisipasi ela motor elektrik. Mengambil basis dari salah satu model terpopulernya di lini MAXi Series, Yamaha resmi memperkenalkan Yamaha Aerox-E.
Motor ini bukan cuma Aerox yang diganti mesinnya, melainkan sebuah pernyataan teknologi bahwa motor listrik bisa tampil agresif, bertenaga, dan tetap praktis untuk kebutuhan harian.
Satu hal yang tidak hilang dari Yamaha Aerox-E adalah DNA “Super Sport Scooter”. Desain bodi yang tajam, aerodinamis, dan tampak kekar tetap dipertahankan. Yamaha memahami bahwa pengguna Aerox sangat mencintai estetika motor ini.

Namun, pada varian listrik ini, terdapat sentuhan futuristik seperti lampu LED dengan aksen biru yang melambangkan identitas kendaraan listrik (EV) Yamaha.
Penggunaan velg 14 inci dengan ban tapak lebar tetap dipertahankan untuk memberikan kestabilan maksimal saat bermanuver. Bedanya, area mesin yang biasanya diisi oleh blok silinder dan knalpot kini digantikan oleh unit mid-drive motor yang tertutup rapi, memberikan kesan lebih padat dan bersih pada bagian belakang.
Jantung pacu dari Yamaha Aerox-E adalah motor listrik tipe Liquid-cooled Mid-drive PMSM. Berbeda dengan motor listrik murah yang menggunakan hub-motor di roda belakang, sistem mid-drive memberikan distribusi bobot yang lebih seimbang.
Motor ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sekitar 9,4 kW (setara dengan 12,6 bhp). Kemudian dengan torsi maksimal mencapai 48 Nm.
Sebagai perbandingan, torsi ini jauh melampaui versi bensinnya (13,9 Nm). Hal ini membuat akselerasi awal Aerox-E sangat responsif, memberikan sensasi tarikan yang kuat sejak putaran pertama—karakter yang sangat cocok untuk kondisi stop-and-go di perkotaan.
Yamaha Aerox-E dibekali dengan sistem dua baterai lithium-ion yang dapat dilepas (swappable). Masing-masing baterai memiliki kapasitas 1,5 kWh, sehingga total kapasitas mencapai 3 kWh.
Dengan sistem ini, Yamaha mengklaim jarak tempuh mencapai 106 km dalam satu kali pengisian penuh (berdasarkan siklus pengujian IDC). Keunggulan utama dari sistem baterai ganda ini adalah fleksibilitas; pengguna bisa mengisi daya langsung di motor atau mencopot baterai untuk diisi di dalam rumah/kantor.
Selain itu, Yamaha juga mulai memperluas jaringan stasiun penggantian baterai untuk meminimalkan waktu tunggu pengisian daya.
Sebagai motor modern, Aerox-E dipenuhi dengan fitur digital yang memanjakan pengendaranya. Antara lain Full-Color TFT Display sebuah panel instrumen layar warna yang memberikan informasi lengkap mulai dari sisa baterai, estimasi jarak tempuh, hingga mode berkendara.
Lalu Y-Connect yakni fitur wajib keluarga MAXi yang menghubungkan smartphone dengan motor. Pengguna bisa memantau kondisi baterai, lokasi parkir terakhir, hingga notifikasi pesan masuk di layar motor.
Tersedia tiga mode riding (Eco, Standard, dan Power) ditambah fitur Boost untuk memberikan tenaga tambahan sesaat saat ingin menyalip kendaraan lain.
Sistem keamanannya dilengkapi dengan Smart Key System (keyless), Traction Control System (TCS), dan rem cakram ganda dengan dukungan Single-Channel ABS.(*)
BACA JUGA: Yamaha X-Ride 125 (2026), Sang Pionir Crossover yang Kian Tangguh