Site icon Jernih.co

‘Are You Dead?’, Aplikasi Unik China Menjawab Ketakutan Terbesar Generasi yang Hidup Sendiri

Munculnya aplikasi ini tidak lepas dari pergeseran demografi besar-besaran di Negeri Tirai Bambu. Berdasarkan Global Times, China diperkirakan memiliki 200 juta rumah tangga dengan satu orang penghuni, dengan tingkat kehidupan solo melampaui 30 persen.

JERNIH –  Di tengah hiruk-pikuk kemajuan teknologi China, sebuah aplikasi dengan nama yang provokatif, “Are You Dead?” (atau Sileme dalam bahasa Mandarin), mendadak viral dan memuncaki daftar aplikasi berbayar paling populer di App Store wilayah China.

Meskipun namanya terdengar kelam, aplikasi ini sebenarnya adalah sebuah “instrumen keselamatan” yang dirancang khusus bagi mereka yang memilih gaya hidup soliter atau hidup sendirian. Namun, seiring dengan popularitasnya yang melonjak, pihak pengembang mengumumkan langkah besar: melakukan rebranding menjadi “Demumu” untuk pasar global dan mulai memberlakukan tarif langganan.

Secara teknis, Sileme atau Demumu adalah aplikasi yang sangat sederhana. Pengguna hanya perlu mengatur satu kontak darurat. Aplikasi ini akan meminta pengguna untuk melakukan “check-in” secara berkala.

Jika pengguna tidak membuka aplikasi atau memberikan konfirmasi selama beberapa hari berturut-turut, sistem secara otomatis akan mengirimkan notifikasi darurat kepada kontak yang telah didaftarkan. Ini adalah solusi atas ketakutan terburuk bagi orang yang tinggal sendiri yakni mengalami kecelakaan atau kondisi medis darurat di rumah tanpa ada yang mengetahui.

Munculnya aplikasi ini tidak lepas dari pergeseran demografi besar-besaran di Negeri Tirai Bambu. Berdasarkan data dari Global Times, China diperkirakan memiliki sekitar 200 juta rumah tangga dengan satu orang penghuni, dengan tingkat kehidupan solo melampaui 30 persen.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi fenomena ini. Misalnya urbanisasi masif, jutaan anak muda keluar dari kampung halamannya untuk bekerja di kota besar seperti Beijing atau Shanghai, meninggalkan sistem dukungan keluarga tradisional.

Latar belakang lain adalah penundaan pernikahan. Generasi Z dan Milenial di China semakin banyak yang memilih untuk menunda atau bahkan tidak menikah karena tekanan ekonomi dan keinginan untuk bebas. Terakhir adalah meningkatnya populasi lansia yang tinggal sendirian karena anak-anak mereka bekerja di luar kota atau luar negeri.

Di negara tetangga seperti Jepang, fenomena ini dikenal dengan istilah “Kodokushi” atau “kematian dalam kesunyian”. Aplikasi seperti Sileme muncul untuk mencegah skenario serupa terjadi di China, memberikan rasa tenang bagi mereka yang tidak memiliki teman sekamar atau pasangan.

Rebranding Global Menjadi “Demumu”

Pada Selasa (13/1/2026), pihak pengembang mengumumkan melalui platform Weibo bahwa aplikasi ini akan resmi mengadopsi nama Demumu dalam versi terbarunya. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sensitivitas budaya internasional.

Nama “Are You Dead?” mungkin dianggap terlalu vulgar atau traumatis bagi beberapa kalangan di luar China, sementara “Demumu” terdengar lebih abstrak dan lembut untuk pasar global.

Seiring dengan lonjakan pengguna yang membebani server, perusahaan mulai menerapkan biaya unduh sebesar 8 Hong Kong dolar (sekitar Rp16.000) dan biaya langganan sebesar 8 yuan (sekitar Rp17.500) per bulan. Harga ini dianggap sangat terjangkau, setara dengan setengah harga secangkir kopi, demi sebuah jaminan keselamatan.

“Mungkin beberapa orang konservatif sulit menerimanya,” ujar salah satu pengguna di Weibo. “Tapi bagi kami yang tidak menikah, aplikasi ini membuat kami merasa lebih tenang dalam menjalani hidup.”

Viralnya Sileme/Demumu menunjukkan bahwa teknologi di masa depan tidak hanya tentang kecepatan atau hiburan, tetapi juga tentang mengisi celah emosional dan keamanan dalam struktur masyarakat yang semakin terfragmentasi.

Aplikasi ini membuktikan bahwa di dunia yang semakin terhubung secara digital, manusia justru semakin merasa terisolasi secara fisik, dan “check-in” sederhana bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.

Exit mobile version