JERNIH — Era di mana media sosial mendikte apa yang harus kita tonton tampaknya mulai berakhir. Sejumlah platform raksasa seperti Threads, Instagram, dan TikTok kini resmi memberikan “rem dan setir” kepada penggunanya untuk mengatur sendiri rekomendasi konten di beranda mereka dengan bantuan Artificial Intelligence (AI).
Jika dulu kita harus repot-repot memencet tombol “like” atau “not interested” berulang kali agar algoritma peka, kini platform teknologi beralih ke sistem yang lebih blak-blakan. Kamu bisa langsung mengetik topik apa yang mau sering lewat, dan konten menyebalkan apa yang wajib ditendang dari feed.
Melansir TechCrunch, berikut adalah peta kekuatan fitur baru di tiga platform raksasa tersebut:
1. Threads: Fitur ‘Your Algo’ (Kendali Sesuai Mood)
Baru saja meluncur pada 16 Juni 2026, fitur ini adalah evolusi dari program eksperimen mereka sebelumnya.
- Cara Kerja: Kamu bisa mengetik instruksi khusus secara privat di menu pengaturan. Contohnya: “Tampilkan lebih banyak konten komedi, kurangi berita politik.”
- Fitur Unik: Ada pengatur waktu (timer). Kamu bisa menentukan berapa lama perintah itu berlaku, mulai dari 1 hari, 3 hari, hingga seminggu. Cocok banget buat kamu yang lagi pengen healing dari berita bikin stres selama beberapa hari ke depan.
2. Instagram: ‘Your Algorithm’ Merambah ke Feed & Explore
Setelah sukses diuji coba pada fitur Reels sejak akhir tahun lalu, Kepala Instagram Adam Mosseri resmi memperluas fitur Your Algorithm ke halaman Feed utama dan Explore.
- Cara Kerja: Instagram kini blak-blakan membuka “kartu rahasia” mereka. Kamu bisa melihat daftar topik apa saja yang dinilai Instagram paling kamu sukai berdasarkan riwayat scrolling-mu.
- Kendali Penuh: Jika penilaian Instagram salah, kamu tinggal menghapus atau mengurangi intensitas topik tersebut. Teknologi AI berbasis Large Language Model (LLM) di dalamnya membuat sistem rekomendasi kini bisa diajak “ngobrol” dan menerima masukan yang lebih spesifik dari pengguna.
3. TikTok: ‘Manage Topics’ & Penjaga Gawang Berbasis AI
TikTok sebenarnya sudah curi start lewat fitur Manage Topics sejak 2024 untuk mengatur frekuensi konten olahraga, humor, hingga makanan di FYP. Namun, kekuatan mereka kini digandakan lewat Smart Keyword Filters.
- Cara Kerja: AI TikTok sekarang jauh lebih pintar dalam membaca konteks kata (sinonim).
- Contoh: Jika kamu memblokir kata “Remodeling” karena bosan melihat konten renovasi rumah, AI secara otomatis akan ikut menyaring dan memblokir konten yang mengandung kata “Renovation”, “Home Makeover”, dan istilah sejenisnya.
Pergeseran ini membuktikan bahwa platform media sosial mulai sadar bahwa pengguna butuh ruang kendali yang sehat (user-driven experience) agar tidak jenuh dengan konten yang itu-itu saja atau terjebak dalam pusaran konten negatif (rabbit hole).
