Konsumen kecewa. Smartphone belum juga sampai di tangan, kali ini data mereka bocor ke publik. Trump Mobile sepertinya gagap menghadapi bisnis ini.
WWW.JERNIH.CO – Bagi sebuah perusahaan teknologi yang baru merintis langkahnya di pasar smartphone, reputasi adalah segalanya. Sayangnya, bagi Trump Mobile, perusahaan anyar yang diinisiasi putra Trump (Erick Trump) langkah awal mereka justru dipenuhi dengan serangkaian nasib buruk dan keputusan yang dipertanyakan.
Belum usai kekecewaan publik akibat penundaan rilis produk yang berlarut-larut, kini perusahaan tersebut harus menghadapi pukulan telak baru: kebocoran data pelanggan secara terbuka di situs resmi mereka.
Kisah karut-marut Trump Mobile sebenarnya sudah dimulai dari produk perdana mereka itu sendiri. Ponsel pintar pertama mereka, yang berdasarkan analisis spesifikasi merupakan rebranded dari HTC U24 Pro (perangkat yang sudah diluncurkan sejak tahun 2024), awalnya dijadwalkan untuk mulai dikirimkan kepada konsumen pada bulan Agustus atau September tahun lalu.

Namun, jadwal tersebut meleset total tanpa kejelasan yang pasti. Meskipun baru-baru ini pihak perusahaan menyatakan bahwa proses pengiriman akan segera dilakukan dalam waktu dekat, kepercayaan konsumen telanjur terkikis oleh penundaan selama berbulan-bulan ini.
Masalah belum selesai sampai di situ. Masalah yang jauh lebih serius baru saja terungkap. Pihak Trump Mobile telah mengonfirmasi kepada media teknologi TechCrunch bahwa mereka telah mengekspos informasi pribadi pelanggan langsung di situs web mereka. Data yang tersebar pun bukan main-main, meliputi nama lengkap pelanggan, nomor telepon, alamat rumah dan alamat email.
Juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, menyatakan bahwa perusahaan saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan bukti adanya penyalahgunaan data secara jahat (nefarious use). Menurut Walker, celah keamanan ini terkait dengan penyedia platform pihak ketiga yang mendukung “operasi tertentu Trump Mobile.” Sayangnya, hingga saat ini, nama penyedia platform pihak ketiga tersebut masih dirahasiakan.
Ada hal yang menggelitik sekaligus ironis dari pernyataan resmi pihak perusahaan. Trump Mobile bersikeras menegaskan bahwa tidak ada peretasan (breach) terhadap jaringan, sistem, atau infrastruktur mereka.
Pernyataan tersebut terdengar menggelikan karena pada kenyataannya, para pelaku kejahatan siber bahkan tidak perlu repot-repot meretas sistem apa pun. Semua data sensitif pelanggan tersebut sudah tersaji begitu saja di situs web mereka, siap untuk diambil oleh siapa saja yang menemukannya.
Respons lanjutan dari Trump Mobile juga memicu kritik tajam. Walker menyebutkan bahwa saat ini perusahaan masih “mengevaluasi” apakah mereka perlu memberi tahu para pelanggan yang terdampak mengenai paparan data pribadi ini atau tidak. Di tengah era digital di mana perlindungan privasi menjadi harga mati, sikap ragu-ragu untuk memberikan transparansi kepada korban kebocoran data dinilai sebagai langkah komunikasi publik yang buruk.(*)
BACA JUGA: Kena Prank! Trump Mobile T1 Ternyata Cuma Ponsel Taiwan yang Ganti Logo