Mungil, retro, dan penuh kejutan—Kodak Charmera hadir bukan untuk mengejar kualitas profesional, tetapi untuk membawa kembali kegembiraan memotret ala kamera sekali pakai.
JERNIH – Kodak Charmera adalah kamera digital ultra-kompak berbentuk gantungan kunci yang dirancang untuk menghadirkan nuansa nostalgia kamera sekali pakai Kodak era 80-an. Meski berukuran sangat kecil—hanya sekitar 58 × 24,5 × 20 mm dengan berat sekitar 30 gram—kamera ini mampu menawarkan pengalaman memotret yang menyenangkan dan penuh gaya.
Desainnya tampil retro dengan tujuh pilihan tampilan berbeda, terinspirasi dari kamera analog klasik dan mesin film lama, membuatnya tak hanya fungsional tetapi juga cocok dijadikan koleksi atau aksesori harian.

Portabilitasnya menjadi salah satu daya tarik utama. Kamera ini bisa digantung di kunci, tas, hingga ikat pinggang, sehingga mudah dibawa dan spontan digunakan saat momen menarik muncul. Harganya pun terjangkau—sekitar USD 30—menjadikannya opsi menarik bagi pengguna yang mencari perangkat fotografi sederhana namun unik. Penjualannya dalam bentuk blind box juga menambah elemen kejutan: Anda tidak akan tahu desain mana yang akan didapat hingga kotaknya dibuka.
Walaupun kecil, Charmera tetap dilengkapi fitur-fitur kamera digital dasar. Sensor CMOS 1/4 inci dengan resolusi sekitar 1,6 MP menghasilkan foto 1440 × 1080 piksel dalam format JPEG. Lensa fixed setara 35 mm dengan aperture f/2.4 memberikan sudut pandang klasik seperti kamera point-and-shoot lama. Kamera ini juga dapat merekam video beresolusi sama pada 30 fps.
Dilengkapi slot microSD, baterai internal 200 mAh, serta port USB-C untuk charging, Charmera tetap praktis digunakan sehari-hari. Layar LCD kecil di bagian belakang memungkinkan navigasi menu dan melihat hasil jepretan, sedangkan viewfinder optik kecil memberikan pengalaman membidik yang benar-benar klasik. Untuk menambah tampilan foto, tersedia 7 filter dan 4 bingkai yang memberikan sentuhan kreatif, mulai dari hitam-putih hingga tone hangat dan cool.
Berbeda dengan kamera saku modern yang biasanya mengejar kualitas gambar tinggi dan fitur lengkap, Charmera lebih menonjol sebagai kamera lo-fi dan perangkat gaya hidup. Sensor beresolusi rendah dan lensa tetap membuat hasil foto cenderung lembut dan berbutir, mirip kamera ponsel generasi awal atau kamera mainan.
Tidak ada pengaturan manual seperti ISO atau shutter speed—semua serba otomatis. Di satu sisi, ini membuat penggunaan sangat mudah dan menyenangkan; di sisi lain, kontrol kreatif menjadi terbatas. Build plastiknya menjadikan bobotnya ringan, tetapi juga lebih rentan terhadap goresan bila sering digantung bersama kunci. Bagi sebagian pengguna, justru karakter “imperfeksi” ini menjadi daya tarik tersendiri.
Hasil foto Kodak Charmera bisa disebut “lo-fi” dalam arti yang sebenarnya. Pada kondisi terang, gambar tampil cukup jelas dengan tone retro yang menarik. Namun, karena detail terbatas, tekstur dan ketajaman tidak dapat dibandingkan dengan kamera atau ponsel modern. Dalam kondisi cahaya rendah, noise meningkat drastis dan foto menjadi lebih kusam—walau bagi pencinta estetika analog, justru ini bisa menjadi nilai plus.
Ketiadaan autofokus membuat blur mudah terjadi, terutama bila tangan goyah atau jarak subjek terlalu dekat. Pengguna sering menyarankan untuk mengambil beberapa foto sekaligus karena layar kecil tidak mampu menunjukkan apakah hasilnya blur dengan jelas. Filter bawaan sangat membantu menutupi kekurangan kualitas sensor sekaligus menambah nuansa vintage yang khas.
Charmera dilegi sekitar Rp 500 ribuan per unit.
Beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan sebelum membeli:
- Kualitas gambar sangat sederhana; tidak cocok untuk kebutuhan profesional.
- Lensa fixed membatasi fleksibilitas komposisi.
- Build plastik mudah tergores.
- Baterai kecil dan cukup cepat habis.
- Beberapa pengguna melaporkan kartu microSD kadang sulit terbaca.
- Sistem blind box membuat desain yang didapat bersifat acak.(*)
HASIL FOTO:
BACA JUGA: Bangkit dan Tenggelamnya Kodak, Raksasa Teknologi AS [5]