Dum Sumus

Ribuan Domain .id Disusupi Judol dan Phishing

JERNIH — Ekosistem siber Indonesia tengah menghadapi ancaman serius. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) membongkar fakta mengejutkan. Domain tingkat atas .id (murni) kini menjadi sarang paling empuk yang dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan judi online (judol) hingga aksi penipuan phishing.

Data internal PANDI mencatat sebanyak 18.699 domain .id dan 20.055 URL terindikasi kuat terlibat aktivitas ilegal. Angka ini melonjak tajam dan jauh melampaui ekstensi turunannya seperti .biz.id, .my.id, maupun domain institusi pendidikan .ac.id.

Merespons gempuran ini, PANDI meluncurkan dua amunisi teknologi anyar, yakni IDADX (Indonesia Domain Abuse Data Exchange) dan BIMA (Breach Identification and Monitoring Assistant), dalam ajang .id Registry Meeting di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“IDADX dipakai bersama-sama seluruh lapisan masyarakat untuk melawan judol, pornografi, dan kejahatan siber lainnya melalui patroli terintegrasi,” ungkap Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan.

PANDI menggarisbawahi bahwa ancaman siber kini makin canggih seiring maraknya penggunaan Generative AI. Teknologi kecerdasan buatan ini dimanfaatkan peretas untuk mengkloning situs berita resmi, membuat deepfake, hingga merancang halaman phishing yang sangat presisi dan sulit dibedakan oleh warga awam.

Vice Director PANDI, M. Shidiq Purnama, menjelaskan bahwa proses eksekusi pemblokiran domain membutuhkan kecermatan tinggi. PANDI harus memilah mana domain yang memang sengaja didaftarkan untuk kejahatan, dan mana situs milik lembaga/kampus yang sekadar menjadi korban peretasan (deface).

“Kami tidak bisa langsung main blokir domain, misalnya milik kampus, kalau ternyata mereka hanya korban peretasan. Karena itu, proses identifikasi BIMA dan IDADX harus sangat akurat,” jelas Shidiq.

Guna menjaga keamanan bersama, PANDI mengimbau masyarakat maupun pemilik situs untuk rutin mengecek status kredibilitas domain secara mandiri melalui laman resmi idadx.id sebelum melakukan transaksi digital atau membagikan data pribadi.

Back to top button