Site icon Jernih.co

Anggota Politbiro PKC Ma Xingrui Dipecat Terkait Kasus Korupsi dan Skandal Seks

Isyarat tegas dari Beijing bahwa tidak ada yang kebal hukum. Ma Xingrui resmi dicopot dari jabatannya di Xinjiang dan keanggotaan Partai Komunis China setelah penyelidikan CCDI membongkar skandal.

WWW.JERNIH.CO – ​ Kampanye antikorupsi besar-besaran yang digelorakan Presiden China, Xi Jinping, kembali memakan korban dari kalangan elite politik tertinggi. Pemerintah China resmi mengumumkan pemecatan dan pengusiran Ma Xingrui dari Partai Komunis China (PKC) serta dari seluruh jabatan publiknya. Kasus ini mengejutkan publik karena melibatkan salah satu figur yang sebelumnya dianggap berada di lingkaran utama kekuasaan.

Ma Xingrui (66 tahun) bukanlah politisi sembarangan. Sebelum kejatuhannya, ia menjabat sebagai Sekretaris Komite PKC untuk Wilayah Otonomi Xinjiang, sebuah wilayah yang sangat sensitif secara geopolitik.

Ia juga merupakan salah satu dari 24 anggota Politbiro PKC—lembaga pembuat keputusan tertinggi di China. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Ma dikenal sebagai pakar kedirgantaraan terkemuka. Ia pernah menjabat sebagai Manajer Umum China Aerospace Science and Technology Corporation (2007–2013) dan menjadi Panglima Tertinggi program roket pembawa generasi baru China.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) mengungkap bahwa Ma telah “kehilangan cita-cita dan keyakinan politiknya”. Bentuk pelanggaran yang dilakukannya sangat masif.

Di antaranya menerima suap dalam jumlah besar, gratifikasi berupa uang dan barang berharga, serta membantu keluarganya membeli properti dengan harga jauh di bawah pasar.

Ia juga menyalahgunakan wewenang untuk mengatur jabatan, mempromosikan orang-orang tertentu demi keuntungan pribadi, serta meloloskan proyek kontrak bisnis secara ilegal.

Yang lebih mengejutkan Ma terlibat dalam transaksi “kekuasaan demi seks” (power-for-sex) dan “uang demi seks” (money-for-sex).

Skandal ini digambarkan sebagai “korupsi keluarga” berskala besar. Kerabat dan anggota keluarga dekat Ma terbukti ikut memanfaatkan pengaruh politiknya untuk meraup keuntungan finansial yang sangat besar. Selain keluarga, staf-staf terdekatnya di pemerintahan juga terseret karena Ma sengaja menutup mata atas pelanggaran hukum yang mereka lakukan.

Tidak hanya itu, penyelidikan ini juga berdampak pada sektor kedirgantaraan dan industri pertahanan China, di mana beberapa mantan bawahan Ma di masa lalu ikut diperiksa dalam gelombang pembersihan ini.

Sebagai mantan kepala wilayah Xinjiang, Ma Xingrui awalnya dipandang sebagai salah satu pejabat tepercaya yang ditempatkan Xi Jinping untuk menjaga stabilitas wilayah barat tersebut pasca-kepemimpinan Chen Quanguo. Pemilihannya untuk menduduki kursi Politbiro menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari Xi Jinping.

Namun, pemecatan ini menegaskan bahwa kedekatan politik tidak memberikan kekebalan. Tindakan tegas terhadap Ma mendapatkan dukungan penuh langsung dari Xi Jinping, mengirimkan pesan kuat kepada internal partai bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi pejabat yang korup, seberapa pun tingginya posisi mereka. Ma menjadi anggota Politbiro ketiga yang jatuh dalam periode kepemimpinan partai saat ini.

Sebagai langkah awal, PKC telah mencabut status keanggotaan Ma dari partai, memecatnya dari seluruh jabatan publik, serta membatalkan status delegasinya dalam Kongres Nasional PKC. Seluruh aset dan keuntungan ilegal yang diperoleh dari hasil korupsi telah disita oleh negara.

Kasus pidananya kini telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk diproses melalui jalur peradilan hukum pidana China. Mengingat beratnya skala korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan keterlibatan jaringan keluarganya, Ma Xingrui menghadapi ancaman hukuman penjara yang sangat lama, penjara seumur hidup, atau bahkan hukuman mati dengan penangguhan yang menjadi standar bagi koruptor tingkat tinggi di China.(*)

BACA JUGA: Korupsi Gila-gilaan Rp5,3 Triliun, Mantan Pejabat Teras China Divonis Hukuman Mati

Exit mobile version