Moron

Karoline Leavitt Mundur dari Gedung Putih demi Keluarga

Di tengah puncak kariernya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih termuda dalam sejarah AS, Karoline Leavitt mengambil keputusan mengejutkan. Ibu dua anak  ini memilih melepas jabatannya yang penuh tekanan.

WWW.JERNIH.CO –  Panggung politik Washington kembali riuh. Karoline Leavitt, sosok energik yang mencatatkan rekor sebagai orang termuda dalam sejarah Amerika Serikat yang menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih pada usia 27 tahun, mengumumkan pengunduran dirinya.

Wanita yang memecahkan rekor Ronald Ziegler dari era Richard Nixon pada 1969 tersebut memilih mundur dari posisinya yang penuh sorotan demi mencurahkan waktu penuh untuk keluarga kecilnya. Keputusan ini secara resmi disahkan oleh Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social, di mana ia melayangkan pujian setinggi langit kepada Leavitt dan menyebutnya sebagai salah satu asisten paling tepercaya serta Sekretaris Pers terbaik dalam sejarah kantor tersebut.

Meski melangkah pergi dari podium Gedung Putih pada akhir bulan ini di usianya yang kini menginjak 28 tahun, Leavitt dipastikan tidak benar-benar meninggalkan lingkaran utama politik. Trump mengonfirmasi bahwa politisi muda dari Generasi Z ini akan terus menjadi penasihat eksternal utama sekaligus suara yang sangat berpengaruh di dalam tubuh Partai Republik.

Langkah ini menunjukkan bahwa mundur dari Gedung Putih bukanlah akhir dari karier politiknya, melainkan sebuah jeda yang dirasa perlu diambil di tengah titik balik kehidupannya sebagai seorang ibu muda.

BACA JUGA: Gejala Narsistik-Demensia, Apakah Trump Masih Layak Jadi Presiden?

Dilema antara karier puncak dan tuntutan pengasuhan menjadi alasan utama di balik keputusan pahit manis ini. Melalui pernyataan emosionalnya di platform X, Leavitt mengakui bahwa melayani di Gedung Putih adalah kehormatan dan petualangan terbesar sepanjang hidupnya.

Namun, menyeimbangkan peran sebagai ibu dari dua anak balita dengan pekerjaan paling menuntut di dunia terasa kian berat. Hati kecilnya berbisik bahwa ia tidak bisa menjadi ibu terbaik bagi kedua anak kecilnya jika seluruh waktu, energi, dan pikirannya tersedot habis oleh padatnya agenda komunikasi istana kepresidenan.

Keputusan Leavitt untuk melangkah mundur makin dipahami ketika melihat betapa intens dan padatnya dinamika kehidupan keluarganya dalam beberapa tahun terakhir. Di balik panggung politik yang riuh, Leavitt didampingi oleh suaminya, Nicholas Riccio, seorang pengembang real estat sukses yang berusia 60 tahun.

Beda usia hingga 32 tahun di antara keduanya menjadikan kisah cinta mereka tergolong tidak biasa dan kerap memancing perhatian publik. Leavitt sendiri tak menampik sempat merasa ragu saat awal menjalin hubungan. Namun, Riccio yang pernah mengalami pahit manis kehidupan—bahkan sempat berjuang menembus kemiskinan dan menjadi tunawisma di usia belia sebelum sukses membangun bisnisnya—terbukti menjadi sosok pendukung utama dan “batu karang” dalam kehidupan Leavitt.

Pasangan ini pertama kali bertemu pada tahun 2022 di sebuah restoran New Hampshire, saat Leavitt yang baru berusia 25 tahun sedang menggalang dukungan dalam kampanye Kongres yang mengantarkannya menjadi Gen Z pertama yang memenangkan primary Partai Republik.

Setelah bertunangan pada akhir 2023 dan resmi menikah pada Januari 2024, dinamika kehidupan mereka berjalan secepat kilat. Hanya dalam rentang waktu singkat, mereka dikaruniai dua anak. Putra pertama mereka, Nicholas atau “Niko”, lahir pada Juli 2024 di tengah panasnya kampanye Pemilu—momen di mana Leavitt menunjukkan dedikasi luar biasa dengan kembali bekerja hanya empat hari pascamelahirkan demi mendampingi Trump.

Namun, kehadiran putri kedua mereka, Viviana “Vivi”, yang lahir pada 1 Mei lalu, membawa perspektif baru bagi Leavitt. Memulai perjalanan dari seorang lulusan Saint Anselm College, magang di Gedung Putih, hingga menjadi juru bicara utama presiden, Leavitt menyadari bahwa beberapa momen tumbuh kembang anak tidak dapat diulang. (*)

BACA JUGA: Trump Sentil Karoline Leavitt di Tengah Perseteruan dengan Media

Back to top button