Site icon Jernih.co

Pemuda Itu Hapus 98 Database Pemerintah hanya Lima Menit Paska Dipecat

Hacker holding empty laptop on abstract digital circuit background. Phishing and ad mockup concept

Kedua pemuda itu dipanggil ke rapat Microsoft Teams dan langsung diberhentikan dari perusahaan. Lima menit setelah rapat selesai, Sohaib mencoba masuk kembali ke jaringan perusahaan. Namun akses VPN dan akun Windows miliknya sudah diblokir. Namun akun Muneeb ternyata belum dinonaktifkan sehingga ia leluasa melakukan aksi balas dendam digital.

JERNIH-Karena dipecat dari perusahaan tehnologi tempat mereka bekerja, dua saudara kembar ini nekat menghapus 96 database berisi data pemerintah. Mereka melakukan aksi tersebut hanya beberapa menit setelah dipecat.

Mereka adalah Muneeb dan Sohaib Akhter, yang sebelumnya telah memiliki rekam jejak kriminal kasus siber sejak 2015. Kedua kembar yang kini berusia 34 taun tersebut dihukum masing-masing Muneeb tiga tahun penjara, sementara Sohaib dua tahun. Setelah bebas, keduanya kembali masuk ke dunia teknologi.

Pada 2023, Muneeb bekerja di sebuah perusahaan di Washington DC yang menjual perangkat lunak dan layanan kepada 45 klien federal AS. Setahun kemudian, Sohaib menyusul bekerja di perusahaan yang sama. Namun keduanya kembali terlibat tindakan illegal, sebagaimana disampaikan pemerintah AS,.

Menurut dokumen pemerintah AS, pada 18 Februari 2025 keduanya dipanggil ke rapat Microsoft Teams dan langsung diberhentikan dari perusahaan.

Rapat selesai pukul 16.50 sore. Lima menit setelah rapat selesai, Sohaib mencoba masuk kembali ke jaringan perusahaan. Namun akses VPN dan akun Windows miliknya sudah diblokir.

Namun akun Muneeb ternyata belum dinonaktifkan sehingga ia leluasa melakukan aksi balas dendam digital.

Pada pukul 16.56 waktu setempat, hanya lima menit setelah jatunya pemecatan tersebut, Muneeb mulai mengakses database pemerintah AS yang dikelola perusahaannya. Ia menjalankan perintah untuk memblokir pengguna lain, lalu menghapus database satu per satu.

Dua menit kemudian, database milik Departemen Keamanan Dalam Negeri AS ikut dihapus menggunakan perintah “DROP DATABASE dhsproddb.”

Muneeb bahkan meminta bantuan AI untuk mencari cara menghapus jejak digital.

“Bagaimana cara menghapus system logs dari SQL server setelah menghapus database?” tulisnya ke alat AI pada pukul 16.59, dikutip dari ArsTechnica, Senin (18/5/2026).

Hanya memerlukan waktu sekitar satu jam, Muneeb berhasil menghapus total 96 database pemerintah AS. Ia selanjutnya mengunduh 1.805 file milik Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) dan mencuri data pajak federal milik sedikitnya 450 orang.

Di tengah aksi tersebut, kedua saudara itu sempat berdiskusi soal kemungkinan memeras perusahaan. Sohaib yang melemparkan ide namun Muneeb menolak gagasan itu. Selang tiga minggu kemudian, aparat federal menggerebek rumah mereka di Virginia, dimana dirumah tersebut ditemukan berbagai perangkat teknologi, tujuh senjata api, dan ratusan peluru di rumah Sohaib.

Keduanya akhirnya ditangkap pada Desember 2025.

Muneeb memilih mengaku bersalah pada April 2026, sementara Sohaib dinyatakan bersalah atas konspirasi penipuan komputer, perdagangan password ilegal, dan kepemilikan senjata api secara ilegal. (tvl)

Exit mobile version