Site icon Jernih.co

Efek Domino Perang Timur Tengah, Harga BBM di Seluruh SPBU Kompak Naik per 1 Maret

JERNIH – Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran mulai berdampak langsung ke dompet masyarakat Indonesia. Terhitung mulai Minggu (1/3/2026), seluruh operator SPBU di Indonesia—mulai dari Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga VIVO—resmi melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi mereka.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah (crude oil) dunia yang merespons ketidakpastian pasokan akibat serangan udara di Teheran dan penutupan jalur vital Selat Hormuz.

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga lini produk nonsubsidinya. Di wilayah Jakarta, harga Pertamax kini dibanderol Rp12.300 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp11.800.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada jenis diesel nonsubsidi. Dexlite kini menyentuh angka Rp14.200 per liter, sementara Pertamina Dex dipatok di harga Rp14.500 per liter.

Tidak hanya operator plat merah, SPBU swasta juga terpantau kompak menaikkan harga. Uniknya, beberapa produk seperti Revvo 92 (VIVO), BP 92, dan Shell Super kini memiliki harga yang identik di angka Rp12.390 per liter.

Namun, di tengah kenaikan harga ini, Shell melaporkan adanya keterbatasan stok. Berdasarkan data per 28 Februari 2026, produk Shell V-Power dan V-Power Nitro+ terpantau kosong di banyak titik, sementara Shell V-Power Diesel hanya tersedia terbatas di wilayah Jawa dan Banten.

Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru (Per 1 Maret 2026)

Berikut adalah rincian harga BBM di berbagai jaringan SPBU untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya:

1. Pertamina

2. Shell

(Catatan: Stok V-Power & V-Power Nitro+ dilaporkan kosong/terbatas)

3. BP-AKR

4. VIVO

Exit mobile version