Site icon Jernih.co

Minyak Dunia Tembus US$100: Harga BBM di Asia Tenggara Meledak, Indonesia Masih Bertahan?

Foto: Lim Yaohui/ST

JERNIH – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda akhirnya memukul dompet pengendara di Asia Tenggara. Harga minyak mentah jenis Brent yang kini “mendidih” di level US$100 per barel—melonjak drastis dari posisi US$65-US$70 di bulan lalu—telah memaksa negara-negara tetangga mengerek harga BBM mereka secara signifikan per Maret 2026.

Negara-negara tetangga mulai menunjukkan kenaikan harga yang bervariasi, dengan Vietnam dan Malaysia mencatat rekor tertinggi:

Bagaimana Kondisi di Indonesia?

Berbeda dengan negara tetangga yang melakukan penyesuaian di pertengahan bulan (seperti Thailand dan Vietnam pada 19-21 Maret), Indonesia masih menggunakan skema penyesuaian harga setiap tanggal 1.

Meskipun harga belum berubah lagi sejak awal Maret, perlu dicatat bahwa Pertamina dan operator swasta lainnya sudah kompak menaikkan harga pada awal bulan ini dibanding periode Februari 2026.

Berikut rincian harga BBM Non-Subsidi di Indonesia (Maret 2026):

Jenis BBMPertaminaShellBP-AKRVivo
RON 92Rp12.300Rp12.390Rp12.390Rp12.390
RON 95Rp12.900(Stok Kosong)Rp12.920Rp12.930
RON 98Rp13.100
DieselRp14.500Rp14.620Rp14.620Rp14.610

Kabar baik bagi pengguna kendaraan harian, pemerintah Indonesia masih mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Namun, dengan minyak dunia yang betah di angka US$100, tekanan terhadap APBN untuk menahan harga subsidi ini diprediksi akan semakin berat menjelang penyesuaian harga di 1 April mendatang.

Exit mobile version