Site icon Jernih.co

Aksi Heroik Guru Muslim di Inggris, Rela Ditikam Demi Selamatkan Murid dari Serangan Pisau

Maysam Abdullah (Foto: Linkedin)

JERNIH — Seorang guru muslim di Inggris dielu-elukan sebagai pahlawan setelah nekat pasang badan dan mengalami luka tusuk demi melindungi murid-muridnya dari amukan pelaku bersenjata tajam. Identitas guru pemberani tersebut teridentifikasi sebagai Maysam Abdullah (27 tahun), seorang tenaga pendidik keturunan Pakistan.

Melansir laporan The Independent, insiden berdarah itu terjadi di sekolah Co-op Academy Manchester awal pekan ini. Akibat peristiwa tersebut, seorang remaja perempuan berusia 14 tahun telah resmi ditangkap dan didakwa dengan tiga pasal percobaan pembunuhan. Pelaku dijadwalkan menjalani persidangan di Pengadilan Westminster Magistrates, London, hari ini.

Selain melukai Abdullah, serangan brutal tersebut juga menyebabkan dua murid berusia 14 tahun mengalami luka-luka, meski kini keduanya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Maysam Abdullah mengonfirmasi kepada media lokal Manchester Evening News bahwa saat ini dirinya sedang menjalani masa pemulihan di rumah bersama istrinya sembari mencoba memulihkan diri dari trauma psikologis pasca-kejadian.

Melalui platform TikTok, sang istri yang bernama Saima, membagikan pesan yang menyentuh hati terkait kondisi suaminya. “Hari Selasa kemarin, saya menerima kabar yang sangat menghancurkan bahwa suami saya telah ditikam saat mencoba melindungi murid-murid dari serangan pisau serius di dalam ruang kelasnya. Tidak ada seorang pun yang mengira akan menerima panggilan telepon yang mengabarkan bahwa orang tercinta mereka dilarikan ke rumah sakit akibat ditikam,” ungkap Saima.

Saima menambahkan bahwa ia sangat bersyukur luka tusukan di bagian leher dan tangan suaminya tidak sampai mengancam nyawa. Namun, ia menekankan bahwa luka fisik tersebut hanyalah sebagian kecil dari dampak psikologis mendalam yang kini harus dihadapi oleh keluarganya.

“Suami saya terjun ke dunia keguruan untuk memberikan perubahan positif bagi kehidupan anak-anak muda, dan dia benar-benar seorang pahlawan karena telah melindungi dan menjaga keselamatan anak-anak tersebut,” tegasnya.

Pelaku Ditahan di Bawah UU Kesehatan Mental

Meskipun investigasi kasus penusukan ini diambil alih oleh unit penanggulangan terorisme kepolisian setempat, otoritas menegaskan bahwa insiden ini tidak dideklarasikan sebagai aksi terkait terorisme.

Pelaku yang masih di bawah umur ditahan di bawah undang-undang kesehatan mental (Mental Health Act). Selain pasal percobaan pembunuhan, remaja perempuan tersebut juga menghadapi dua dakwaan atas kepemilikan senjata tajam di lingkungan sekolah. Pelaku sempat dilepaskan ke dalam pengawasan ketat kepolisian setelah mendapatkan rekomendasi dan saran dari profesional kesehatan.

Kepala Polisi Penanggulangan Terorisme Wilayah Barat Laut (North West), Jonathan Chadwick, menyatakan bahwa dakwaan yang dijatuhkan kepada pelaku sangatlah serius. Pihaknya bekerja sama erat dengan Kepolisian Greater Manchester untuk terus mendampingi para korban, pihak keluarga, serta seluruh komunitas sekolah yang mengalami trauma mendalam akibat insiden ini.

Exit mobile version