Politeia

Enam Anggota Polairud Polda Sultra Terima Penghargaan

KENDARI-Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Merdisyam, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Enam orang personel Ditpolair Polda Sultra karena berhasil mengungkapkan kejahatan dalam penangkapan ikan menggunakan bahan peledak pupuk amonia sebanyak 10 ton.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kapolda Sultra yang bertindak selaku Inspektur Upacara dalam upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Polairud, di Lapangan Pelabuhan Terminal Bungkutoko, Kendari, Rabu (4/12). Penghargaan tersebuts sesuai tema yang diangkat dalam Hut ke-69 Polairus yakni SDM unggul dengan almatsus modern, Korpolairud Baharkam Polri siap menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.

Dalam upacara itu, Brigjen Pol Merdisyam membacakan Amanat Kapolri,Jenderal Idham Azis, dimana menuturkan bahwa eksistensi Kepolisian perairan dan udara merupakan kerja keras para pendahulu Polri sejak tahun 1950.

Korpolairud merupakan bagian dari organisasi Kepolisian yang didukung oleh personel yang ahli serta alut dan perlengkapan yang modern. Kepolisian Perairan dan Udara memiliki organisasi dan jaringan yang luas hingga tingkat kewilayahan berupa Ditpolair Polda maupun Satpolair Polres, mengingat Polisi perairan merupakan pelaksana seluruh tugas pokok Polri di wilayah perairan.

Korpolairud diharap selalu menjaga konsisten dalam menanggulangi kejahatan diwilayah perairan diantaranya illegal fishing maupun penyelundupan, sebab kejahatan-kejahatan tersebut selalu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan dunia internasional.

Keberhasilan Airud dalam mengungkap kejahatan diperairan memberikan kontribusi besar bagi kepercayaan masyarakat terhadap Polri atas peran aktif dalam mendukung keberhasilan tugas-tugas kepolisian.

Kapolda Sultra juga mengingatkan agar Korpolairud  melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan di wilayah perairan dan mengatasinya drngan tuntas sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.                                                                                                                                                                                             

“Laksanakan pemetaan dan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas di wilayah perairan agar dapat diselesaikan secara tuntas sebelum berkembang menjadi gangguan nyata,” katanya.

Kapolda menambahkan perlunya dilakukan antisipasi sejak dini oleh jajaran Korpolairud, sebab dimasa depan tantangan di wilayah perairan akan semakin berat mengingat perkembangan lingkungan strategis baik nasional, regional, maupun global yang sangat dinamis, dengan demikian.

“Saya harapkan jajaran Korpolairud tidak boleh berpuas diri atas kinerja saat ini, sebab masih banyak hal yang harus diperbaiki untuk menjadikan institusi Korpolairud lebih baik lagi”.

(tvl)

Back to top button