Usai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, muncul Destry Damayanti yang didapuk mengisi tugas sementara waktu. Siapa Destry? Bagaimana jejak karirnya?
WWW.JERNIH.CO – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, resmi ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Bank Indonesia Sementara. Penetapan ini menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI yang disampaikan kepada publik.
Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat atau Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia dilakukan berdasarkan amanat undang-undang untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan di Bank Sentral. Berdasarkan Pasal 50 Ayat (2) Undang-Undang Bank Indonesia serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Deputi Gubernur Senior secara otomatis menjalankan seluruh tugas dan kewenangan Gubernur Bank Indonesia apabila terjadi kekosongan jabatan atau pengunduran diri hingga pejabat definitif ditetapkan. Keputusan ini secara hukum sah dan mengikat sesuai dengan mekanisme penetapan yang berlaku di lingkungan Bank Indonesia.
Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, Destry menegaskan komitmennya untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah, kelancaran sistem pembayaran, serta kesinambungan stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika transisi ini. Pengalaman panjang dan rekam jejaknya yang mumpuni di sektor kelembagaan finansial menjadi modal krusial dalam menjaga kepercayaan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kapasitas kepemimpinan Destry dibangun di atas fondasi akademis yang amat kuat. Lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963, ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Amerika Serikat hingga memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Regional Science dari Cornell University, New York.
Kombinasi antara analisis makroekonomi domestik dari UI dan studi pengembangan wilayah serta ekonomi makro global dari Cornell University ini membentuk perspektif analisis finansial yang tajam dan komprehensif.
Perjalanan karier profesional Destry membentang luas lintas sektor, mencakup ranah akademis, instansi pemerintah, perbankan swasta, BUMN, hingga lembaga regulator keuangan.
Ia mengawali kiprahnya sebagai peneliti di Institut Manajemen dan Pusat Antar Universitas (PAU) FEUI dari tahun 1989 hingga 1992, sebelum melanjutkan pengabdiannya di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan Republik Indonesia hingga tahun 1997.
Selanjutnya, Destry merambah sektor perbankan internasional dengan menjabat sebagai Ekonom Senior di Citibank Indonesia dari tahun 1997 hingga 2000, serta dipercaya menjadi Senior Economic Advisor untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada periode 2000 hingga 2003.
Namanya kian dikenal luas di kalangan pelaku pasar modal dan perbankan nasional saat ia menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada tahun 2005 hingga 2011, yang kemudian dilanjutkan sebagai Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga tahun 2015. Pada periode tersebut, proyeksi dan analisis kebijakan makro yang disajikannya kerap menjadi rujukan utama para pemangku kepentingan.
Pengalaman kepemimpinannya di tingkat nasional semakin kukuh ketika Presiden Republik Indonesia melantiknya sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015 hingga 2019.
Pengabdian Destry di Bank Indonesia dimulai secara resmi saat ia mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada Agustus 2019. Atas dedikasi dan kinerjanya yang dinilai solid, ia kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengemban amanat sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada periode kedua (2024–2029), sebelum akhirnya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia sesuai ketetapan perundang-undangan.
Di luar kariernya di bidang ekonomi dan moneter, Destry juga mengukir prestasi dalam tata kelola hukum dan organisasi nasional. Salah satu pencapaian strategisnya terjadi pada Mei 2015 ketika ia ditunjuk langsung oleh Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di tengah perhatian publik yang sangat tinggi, ia berhasil memimpin proses seleksi tersebut secara transparan, independen, dan akuntabel. Di Bank Indonesia, ia aktif memformulasikan bauran kebijakan untuk merespons gejolak ekonomi global dan menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, ia juga aktif berkontribusi di ranah alumni dengan menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI) periode 2019–2021.(*)
BACA JUGA: Perry Warjiyo Optimis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026, Ini 7 Langkah Strategisnya
