Jernih.co

[HOT NEWS] Cole Thomas Allen Nyaris Membuat Sejarah Kelam Amerika Serikat

Acara makan malam Donald Trump bersama para pejabat AS berubah jadi tragedi. Sekali lagi AS gagal dalam menjaga situasi di lingkungan petinggi negara. Begini kah buah demokrasi yang dijunjung tinggi itu berubah jadi aksi teror?

WWW.JERNIH.CO –  Acara makan malam tahunan White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu malam, 25 April 2026, telah menempatkan nama Cole Thomas Allen di bawah sorotan tajam dunia.

Pria berusia 31 tahun asal Torrance, California ini diidentifikasi sebagai pelaku penembakan yang menargetkan area keamanan di Hotel Washington Hilton, tempat Presiden Donald Trump dan jajaran pejabat tinggi Amerika Serikat sedang berkumpul.

Dalam kondisi tanpa baju, ia dibekuk oleh Secret Service AS yang katanya superketat itu.

Siapa pelaku yang untuk kesekian kalinya melakukan aksi nekat berhadapan dengan Donald Trump itu?

Berbeda dengan profil pelaku kekerasan pada umumnya, Cole Thomas Allen memiliki latar belakang pendidikan yang sangat mengesankan. Ia adalah lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan gelar sarjana di bidang Teknik Mesin (2017) dan memegang gelar Master dalam Ilmu Komputer dari California State University-Dominguez Hills.

Di lingkungan profesionalnya, Allen dikenal sebagai seorang tutor senior di C2 Education, sebuah lembaga bimbingan belajar dan persiapan tes. Ironisnya, pada Desember 2024, ia baru saja dinobatkan sebagai “Teacher of the Month” di cabangnya di Torrance.

Selain mengajar, ia adalah pengembang video game amatir yang sempat merilis game bertema kimia molekuler di platform Steam dan sedang mengerjakan proyek game tembak-menembak bertema luar angkasa.

BACA JUGA: Charlie Kirk, Influencer Pendukung Trump Itu Tewas Diterjang Peluru

Hingga saat ini, pihak berwenang seperti FBI dan Kepolisian Metropolitan D.C. masih mendalami motif pasti di balik aksi nekatnya. Meski Presiden Trump menyebutnya sebagai “orang yang sangat sakit,” catatan resmi menunjukkan Allen memiliki keterlibatan politik yang minim namun spesifik. Berdasarkan data keuangan kampanye federal, Allen pernah menyumbang 25 dolar  kepada komite aksi politik Partai Demokrat untuk mendukung Kamala Harris pada pemilu 2024.

Pihak penyelidik belum mengonfirmasi apakah tindakan ini murni didorong oleh ideologi politik radikal atau masalah kesehatan mental. Namun, senjata yang dibawanya—termasuk shotgun rakitan, pistol, dan beberapa bilah pisau—menunjukkan adanya perencanaan yang matang.

Insiden terjadi saat suasana makan malam sedang berlangsung hangat. Ketika Trump sedang berbicara dengan tamu di meja utama, serentetan suara letusan senjata terdengar dari arah lobi hotel. Rekaman video amatir memperlihatkan agen Secret Service segera berteriak “stay down!” (merunduk!) sambil mengevakuasi Trump keluar dari ruangan dengan cepat.

Kericuhan sempat pecah di dalam ballroom. Para jurnalis dan pejabat terlihat merunduk di bawah meja. Dalam baku tembak yang terjadi di pos pemeriksaan keamanan, seorang agen Secret Service terkena tembakan, namun nyawanya terselamatkan berkat rompi pelindung yang dikenakannya. Allen akhirnya berhasil diringkus setelah dilumpuhkan oleh petugas tanpa sempat memasuki area utama ballroom.

Salah satu pertanyaan terbesar adalah bagaimana seorang pria bersenjata lengkap bisa berada di lokasi dengan pengamanan setingkat nasional. Investigasi awal mengungkapkan bahwa Allen menginap sebagai tamu di Hotel Washington Hilton.

Statusnya sebagai tamu hotel memungkinkannya melewati lapisan keamanan terluar yang biasanya sangat ketat bagi pengunjung dari luar. Ia mencoba menerobos pos pemeriksaan internal di lobi menuju area ballroom sebelum akhirnya dihentikan oleh agen Secret Service.

Acara ini berlangsung di ballroom besar Hotel Washington Hilton, Washington D.C., sebuah lokasi bersejarah yang memang sering menjadi tempat pertemuan politik besar. Di meja utama, Trump didampingi oleh tokoh-tokoh penting dalam pemerintahannya, antara lain Stephen Miller (Penasihat Senior),     Pete Hegseth (Menteri Perang) hingga Kash Patel (Direktur FBI).

Selain para pejabat, ruangan tersebut dipenuhi oleh ratusan koresponden Gedung Putih dan selebriti media. Meskipun acara sempat terhenti dan suasana mencekam menyelimuti ibu kota, Trump melalui media sosialnya menyatakan bahwa “pertunjukan harus tetap berjalan,” meski dengan pengamanan yang jauh lebih diperketat.

Cole Thomas Allen kini menghadapi berbagai tuntutan federal, termasuk penyerangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya, yang bisa mengancamnya dengan hukuman penjara puluhan tahun.(*)

BACA JUGA: Tragedi di Mar-a-Lago, Pria Bersenjata Tewas Ditembak Setelah Terobos Kediaman Donald Trump

Exit mobile version