Site icon Jernih.co

Ini Dampak Penutupan Wilayah Udara Cina bagi Indonesia

Penutupan wilayah udara Cina memberi dampak pada Indonesia baik pada sektor penerbangan dan pariwisata, termasuk kemungkinan berkurangnya arus wisatawan Cina ke Indonesia.

JERNIH-Pemerintah Indonesia menghormati keputusan Cina yang menutup sebagian wilayah udaranya selama 40 hari. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang menyebut Indonesia tidak bisa mencampuri kebijakan yang diambil negara lain karena setiap negara memiliki kondisi berbeda.

“Kondisi masing-masing negara itu kan berbeda. Kondisi kita kan lebih baik dari negara-negara lain,” kata Dudy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/4/2026).

Dudy menjelaskan jika penutupan wilayah udara Cina memberi dampak pada Indonesia baik pada sektor penerbangan dan pariwisata, termasuk kemungkinan berkurangnya arus wisatawan Cina ke Indonesia.

Indonesia tidak dapat melarang negara lain untuk mengurangi penerbangan karena kebijakan tersebut menyesuaikan kondisi masing-masing negara.

Terkait kenaikan avtur dunia, jelas Dudy, pemerintah berupaya menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat domestik tidak terlalu tinggi, sehingga masyarakat tetap dapat bepergian.

Sebelumnya Pemerintah Cina mendadak merilis pemberitahuan penutupan wilayah udara untuk sebagian wilayah selama 40 hari. Pemberitahuan ini dirilis tiba-tiba tanpa ada penjelasan apapun.

Penutupan berlangsung sejak 27 Maret hingga 6 Mei mendatang di wilayah lepas pantai, termasuk lepas pantai utara dan selatan Shanghai, sebagaimana dilansir Wall Street Journal pada Minggu (5/4/2026).

Menurut Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS), wilayah yang ditutup membentang dari Laut Kuning yang menghadap Korea Selatan hingga Laut China Timur yang menghadap Jepang.

Dilansir dari Anadolu Agency, pemberitahuan semacam ini pernah dikeluarkan Beijing saat hendak melakukan latihan militer. Biasanya, penutupan wilayah udara untuk latihan militer berlangsung selama beberapa hari saja. (tvl)

Exit mobile version