Site icon Jernih.co

Ini Jumlah Orang yang Dieksekusi Hukum Mati Pemerintah Arab Saudi

Dilansir AFP, menyebut jika dari data resmi pemerintah menyebutkan jika 243 orang dieksekusi khusus untuk kasus terkait narkotika.
“Lonjakan angka eksekusi ini utamanya didorong oleh kebijakan “perang melawan narkoba” yang digalakkan Riyadh”

JERNIH-Sepanjang 2025 Pemerintah Arab Saudi telah mengeksekusi 356 orang yang dicatat sebagai rekor tertinggi eksekusi dalam satu tahun kalender.  Angka ini juga melampaui rekor tahun sebelumnya sebanyak 338 orang.

Dilansir AFP, menyebut jika dari data resmi pemerintah menyebutkan jika 243 orang dieksekusi khusus untuk kasus terkait narkotika.

“Lonjakan angka eksekusi ini utamanya didorong oleh kebijakan “perang melawan narkoba” yang digalakkan Riyadh”

Sebagaimana diketahui, pada akhir tahun 2022 Pemerintah Arab Saudi kembali memberlakukan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba . hukuman mati itu sempat ditangguhkan selama tiga tahun.
Pasca menyatakan perang terhadap narkoba, Arab Saudi mulai meningkatkan pos pemeriksaan polisi di jalan raya dan di persimpangan perbatasan, di mana jutaan pil telah disita dan puluhan penyelundup ditangkap.

“Perekonomian terbesar di dunia Arab juga merupakan salah satu pasar terbesar bagi captagon, sebuah stimulan terlarang yang merupakan ekspor terbesar Suriah di bawah pemimpin terguling Bashar al-Assad,” kata data PBB.

Namun kebijakan pemerintah terkait hukum mati ini dinilai aktivis HAM, kontradiktif dengan agenda “Visi 2030” milik Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) yang ingin mencitrakan Arab Saudi sebagai negara yang lebih terbuka dan modern.

Sebagaimana diketahui, Arab Saudi tengah gencar berinvestasi besar-besaran di sektor pariwisata dan olahraga, termasuk persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, guna mendiversifikasi ekonomi dari ketergantungan minyak. Namun, pemerintah menegaskan bahwa hukuman mati diperlukan demi menjaga ketertiban umum. (tvl)

Exit mobile version