Tabung juga terlihat lebih modern dengan bobot yang jauh lebih ringan dibanding tabung LPG tiga kilogram yang selama ini beredar di masyarakat. Secara fisik menjadi salah satu keunggulan utama karena memudahkan distribusi maupun penggunaan oleh rumah tangga.
JERNIH-Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM)memastikan akan menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran tiga kilogram untuk kebutuhan rumah tangga sebagai subtitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah ini diproyeksikan menjadi solusi jangka Panjang.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut jika teknologi yang akan digunakan adalah tabung CNG Type-4 berbahan komposit modern yang memiliki bobot jauh lebih ringan dibanding tabung gas konvensional.
“Insyaallah tipe 4 ini untuk tabung tiga kilogram nanti akan pertama di dunia itu adalah di Indonesia,” kata Laode dalam acara Talkshow APLCNGI dan Aspebindo.
Berbeda dengan tabung LPG konvensional berbahan baja, tabung generasi terbaru ini menggunakan material komposit fiber berlapis dengan inner liner berbahan khusus non-logam. desain Type-4 dibuat lebih ringan, tahan korosi, serta mampu menahan tekanan gas sangat tinggi hingga sekitar 250 bar.
Tabung juga terlihat lebih modern dengan bobot yang jauh lebih ringan dibanding tabung LPG tiga kilogram yang selama ini beredar di masyarakat. Secara fisik menjadi salah satu keunggulan utama karena memudahkan distribusi maupun penggunaan oleh rumah tangga.
Teknologi Type-4 selama ini lebih banyak digunakan pada sektor transportasi berbasis gas dan industri energi karena memiliki tingkat efisiensi tinggi serta daya tahan yang baik terhadap lingkungan ekstrem.
Berikut beberapa kelebihan CGN disbanding LPG;
Pertama, bobotnya jauh lebih ringan dibanding tabung baja konvensional karena menggunakan material carbon fiber dan komposit. Kondisi ini membuat biaya logistik dan distribusi berpotensi lebih efisien.
Kedua, tabung memiliki ketahanan korosi lebih baik sehingga dinilai lebih awet untuk penggunaan jangka panjang, terutama di wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi.
Ketiga, kemampuan menyimpan gas bertekanan tinggi membuat distribusi energi menjadi lebih optimal dan efisien. Pemerintah juga menilai penggunaan gas bumi domestik dapat mengurangi ketergantungan impor LPG.
Keempat, dari sisi keamanan, material komposit disebut memiliki karakteristik tidak mudah mengalami ledakan akibat korosi seperti tabung logam lama. Beberapa teknologi Type-4 bahkan dirancang memiliki mekanisme pelepasan tekanan otomatis apabila terjadi over pressure.
Kebijakan menggunakan CGN ini juga akan mengurangi ketergantungan impor LPG yang terus membengkak sekaligus memangkas subsidi energi nasional. (tvl)
